BANJARMASIN aktualkalsel.com–Lokasinya teduh, saat cuaca terik sekalipun. Menu yang ditawarkan beragam kuliner khas Banjar termasuk lontong segitiga yang melegenda di kalangan masyarakat Kalimantan Selatan. Plus tidak menguras kantong.
Istimewanya lagi saat sarapan dengan menu menu khas itu, kita bisa menikmati mobilitas kehidupan di Sungai Martapura seperti lalu lalang perahu bermotor atau aktivitas nelayan sungai dengan sampan kecilnya yang terombang ambing ketika diguncang ombal. Namun tak tenggelam.
Disinilah, warung dengan spot otentik Banjarmasin kota ‘Seribu Sungai’. Warung bersahaja yang terletak persis di kolong Jembatan Banua Anyar sebelah timur. Angkringan untuk sarapan. Sambil menikmati teh panas kita bisa memandang bangunan Museum Wasaka yang ada di seberang sungai. Bangunan dengan rumah Khas Banjar Beratap tinggi.8
“Buka dari pagi hingga pukul 11 siang,” ujar yang empunya warung.
Menunya ada lontong segitiga, nasi kuning dan nasi putih dengan aneka toping lauknya seperti haruan masak habang, kari ayam, bistik telor sampai oseng. Harga ya pun tidak menguras kantong. Rata rata kisaran Rp13 ribu.
“Harga standar lah,” ujar Misna, pengunjung yang mengaku sarapan sambil menikmati panorama Sungai Martapura memberikan kesan tersendiri.
“Plus ada sensasinya, semacam kejutan yaitu ketika ada kendaraan besar seperti truk melintas di atas jembatan ada getaran dan bunyi yang membuat terkaget kaget,” ujarnya Senin lalu.
“Namanya juga warung di kolong jembatan, tapi tidak membuat kapok, justru ngangeni,” tambahnya.
Bagi keluarga yang datang bersama anak, setelah kulineran bisa diteruskan dengan memanjakan anak anaknya bermain di taman terbuka yang ada di dekat sana. (uumsri)



















