BANJARMASIN aktualkalsel.com–Terletak sekira lima kilometer dari Masjidil Haram, di hamparan lapangan luas. Disisi sisi berbukitan, inilah pasar para petani yang menjual segala hasil panen dengan harga sangat, sangat murah.

Berdiri di pasar para lelaki Kota Mekkah ini, tampak jam tertinggi di dunia yang ada di Kompleks Masjidil Haram dari kejauhan.
Kenapa dijuluki ‘pasar lelaki’?
“Karena pembelinya 95 persen adalah kaum pria. Mereka berbelanja dalam jumlah besar,” ujar Irlan, pemilik chanel youtube Kang Irlan di Mekkah.
Pasar ini berlangsung setiap pagi. Pagi sekali, hanya beberapa jam, lalu harus tutup dan kembali menjadi lapangan luas yang kosong.
“Jadi kalau mau berbelanja di sini berangkat begitu usai Sholat Subuh. Pukul 9 pagi sudah harus bersih,” ujarnya di tayangan pertengahan Maret 2022.
Menit menit menjelang waktu berakhir itu, terlihat pria pria berjubah berlarian mendorong dagangannya yang tersisa menggunakan troller untuk dikemas.
Transaksi pun berakhir.
Istimewanya di pasar ini selain kualitas kesegarannya premium harganya pun kebangetan murahnya. Karena diambil pedagang langsung dari petani. Tangan pertama. Bahkan ada pula petani langsung yang menjual di sini.
“Murahnya bisa sampai 400 sampai 500 persen dibanding harga di supermarket unumnya,” ujar pria adal Jawa Barat yang sudah bertahun menetap di Mekkah.
Walau sudah lama mukim di sana, Irlan mengaku baru pertama datang ke pasar ini. Reaksinya kaget dengan harga yang teramat murah.
“Wortel satu bungkus besar berat tujuh kilogram hanya lima riyal padahal di pasaran satu kilo lima riyal,” ujarnya.
Demikian pula buah semangka, kalau di pasar luar harganya sepuluh riyal perbuah maka di sini lima riyal untuk lima buah.
Tomat besar satu karton berisi 40 kilogram hanya 20 riyal sedangkan di kuaran satu kilo lima riyal.
Kisaran itulah kelipatan murahnya.
“Sudah sebegitu murahnya masih bisa ditawar lagi kalau kita tega,” ujar Irlan lagi.
Saking murahnya harga harga, muncul lah anekdot seperti ini di kalangan lelaki: ‘Jangan ajak emak emak ke pasar ini,’
Ternyata bukan lantaran para lelaki itu khawatir istri istrinya akan menjadi ‘tontonan gratis’ di kerumunan pria di sana, tetapi lantaran takut emak emak tidak bisa menahan diri untuk berbelanja dan berbelanja.
“Takutnya emak emak kalap belanjanya karena barangnya serba fresh dan sangat murah. Ini bahaya menguras dompet,” ujarnya.
Irlan mengaku sengaja mengambil ‘tantangan’ anekdot tadi. Dia datang bersama sang istri dan ternyata?
“Istri saya bolak balik hilang. Dia berburu sayur dan buah. Super kalap jadinya saya yang kerepotan harus cari cari,” ujarnya tertawa.
Inilah Pasar Lelang di Mekkah. Pasar dengan harga harga barang dagangan yang super duper murah. Tetapi mungkin karena faktor jauh dan waktu terbatas, pusat sayur mayur ini belum menjadi destinasi bagi jamaah umroh atau haji umumnya.(uumsri)

















