BANJARMASIN aktualkalsel.com—Diperkirakan ada kisaran sebelas ribu lebih pemilih yang tidak mengikuti alias golput pada pemungutan suara ulang (PSU) Pilwali Banjarmasin yang berlangsung di tiga kelurahan Rabu 28 April 2021.
Jumlah ini diperkirakan mencapai lebih 34 persen dari sekitar 29 ribu daftar pemilih tetap (DPT) di 80 TPS di tiga kelurahan tersebut yaitu Kelurahan Basirih, Kelurahan Mantuil dan Kelurahan Murung Raya yang kesemuanya berada di Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin.
Pantauan tim aktualkalsel.com, PSU yang berlangsung tatakala masyarakat menjalankan ibadah puasa plus masih suasana pandemi itu berjalan tetap semarak dan tertib dengan hasil akhir pasangan Hj Ananda-Musyaffa unggul jauh yaitu hampir enam ribu suara dari pesaing tunggalnya sang petahana Ibnu Sina-Ariffin yang hanya meraih 5 ribu suara lebih sedikit.
Walau menang telak di PSU tiga kelurahan tersebut, namun pasangan hj Ananda gagal memenangi Pilkada Banjarmasin 2020 karena raihan suara di PSU ditambah dengan suara di Pilwali Banjarmasin 2020 masih tertinggal sekitar tiga persen dari perolehan pasangan Ibnu Sina-M Ariffin.
PSU digelar setelah pasangan Hj Ananda menggugat ke Mahkamah Konstitusi hasil ketetapan KPU Banjarmasin yang menyatakan Ibnu sebagai pemenang Pilwali 2020 itu.
Banyaknya DPT yang golput di PSU Pilwali Bajarmasin itu disebut ikut mempengaruhi kegagalan pasangan Hj Ananda untuk meraih suara lebih banyak lagi agar bisa menutup selisih angka dengan pasangan Ibnu Sina.
Mengingat wilayah Kecamatan Banjarmasin Selatan termasuk tiga kelurahan yang melaksanakan PSU itu boleh dibilang merupakan basis Hj Ananda. Pada Pilwali 2020 runner up Putri Indonesia 2006 yang punya segudang prestasi ini, di wilayah selatan raihan suaranya unggul 2 ribuan dari Ibnu Sina. (tim)



















