BANJARMASIN aktualkalsel.com–Dalam dua hari terakhir ini warga seputar Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan dicemaskan dengan beredarnya di media sosial hasil pemeriksaan sampel air Sungai Barito yang tercemar.
Informasi ini menyusul viralnya foto foto dan video pendek yang merekam hamparan bangkai iberbagai jenis ikan dan ukuran yang mengapung di pernukaan sungai kawasan Barito Kuala (Batola) daerah tetangga Kota Banjarmasin.
Ikan ikan yang mati massal itu disebutkan dalam tayangan berasal merupakan ikan budidaya tambak serta ikan alam yang hidup di air sungai dalam seperti udang. Warga setempat berspekulasi itu akibat air sungai tercemar racun limbah perkebunan sawit atau kawasan tambang yang berada di hulu sungai.
Belum lagi surut viral hamparan bangkai ikan ikan tersebut, beredar lembaran laporan hasil pemeriksaan sampel air di beberapa empat titik air sungai yang mengaliri kawasan Batola tersebut.
Laporan tercantum pemeriksaan pada Sabtu 24 Januari 2026 dengan titik lokasi air di kawasan dermaga Kantor Bupati Batola, kawasan keramba ikan Ulu Benteng yang hasilnya memang tercemar. Habya saja lembaran itu tidak rinci menyebutkan tercemar akibar zat apa.
Yang mencemaskan warga sekitar adalah dua dari empat titik yang diperiksa airnya adalah sumber PDAM dari kabupaten yang bertetangga dengan Kota Banjarmasin tersebut yaitu sumber PDAM Marabahan SR Nidya dan PDAM Barambai SR Markjna.
Itulah sebabnya, beredarnya laporan tersebut mendapat tanggapan keprihatinan juga dari warga Kota Banjarmasin. Mereka melalui percakapan grup grup medsos mengimbau agar hati hati dalam mengonsumsi ikan yang hidup di aliran sungai tersebut. (uumsri/foto net)




















