BANJARMASIN aktualkalsel.com— Paskakemenangan Taliban di Afghanistan, dunia jagad maya dan nyata ramai ramai mengepoin nasib perempuan Afghanistan ke depan. Bagaimana perannya di dunia karir? Akan kah back to room alias dilarang keluar rumah?
Tidak itu saja, ternyata yang paling dikepoin adalah bagaimana busana perempuan Afghanistan di bawah pimpinan Taliban? Akankah kembali ke cadar semua atau bertahan seperti sekarang.
Mengutip wawancara Dahlan Iskan dengan Abdul Wali, pemuda Adghanistan, ternyata ada tiga jenis pakaian yang banyak dikenakan perempuan di sana, saat ini.
“Burqa, niqab dan hijab,” ujar Wali seperti dilansir portal berita bangsaonline.com.
Abdul Wali tengah menuntut ilmu agama di salah satu pesantren di Jawa Timur.
Menurut mahasiswa ini, dari tiga model pakaian tadi, ada mengalami pergeseran tren selama 20 tahun terakhir. Dulu yang paling banyak dikenakan adalah busana muslimah burqa, seluruh tubuh tertutup hanya bagian mata yang terlihat terawang.
“Kini sudah bergeser yang terbanyak muslimah kami mengenakan hijab dengan rok longgar,” ujarnya.
Kalau dipresentasikan, menurut Wali, 20 tahun lalu itu jumlah musimah yang berbusana burqa, niqab dan hijab perbandingannya adalah 60:20:20. Kini bergeser menjadi 30:30:40 atau mayoritas menggunakan hijab.
“Ibu dan adik perempuan saya juga sekarang mengenakan yang hijab,” ujarnya.
Tapi jangan disamakan hijab di Afghanistan dengan di Indonesia. Disana tidak akan ada perempuan berhijab yang dipadukan dengan celana panjang, apalagi ketat. Hijab yang mereka usung sebagai kerudung panjang longgar menutup rambut dan dada plus rok minimal abaya. Tetapi memang sama sama dengan wajah terbuka.
Dan, kalau sekarang dominasi burqa sudah digeser oleh hijab, apakah akan bertahan setelah Taliban memimpin di sana? Atau justru akan jadi uniform muslimah Afghan? Inilah yang dikepoin dunia.(uumsri)


















