BANJARMASIN aktualkalsel.com—Seorang balita berusia tiga tahun yang viral karena dipaksa orangtuanya mengemis di depan sebuah pusat perbelanjaan di Banjarmasin, mendapat tanggapan dari walikota Banjarmasin Ibnu Sina.
Mengutip dari laman pemko banjarmasin Rabu 24 Agustus, walikota mengadakan pertemuan dengan dinas terkait untuk mencari solusi tepat terhadap kondisi sosial ini.
“Pemko sudah pernah menangani kasus ini dengan balita yang sama pada November 2021. Anak ini kan korban eksploitasi kedua orangtuanya. Pada waktu itu kedua ortu nya sudah menandatangani perjanjian tidak akan berbuat lagi. Ternyata tetap berulang,” ujar Ibnu Sina di laman itu.
Balita tiga tahun itu, disebutnya bukan hanya korban eksploitasi tetapi juga menjadi sasaran tindak kekerasaan prilaku kedua orangtuanya terutama sang ibu.
“Ibunya kalau dalam pengaruh alkohol pasti memukuli anaknya. Kondisi ini dilaporkan masyarakat ke pihak kita,” ujar Ibnu Sina.
Diakui Ibnu Sina, penanganan terhadap balita yang menjadi korban eksploitasi dan tindak kekerasan kedua orangtuanya yang pemabok dan mengonsumsi narkoba memang dilematis. Untuk ditampung di tempat perlindungan berarti memisahkan anak dari kedua orangtuanya.
“Padahal tempat yang paling tepat untuk pengasuhan bakita yaa orangtuanya,” ujar walikota.
Itulah sebabnya masih dicarikan solusi untuk menyadarkan kedua orangtuanya.
“Mungkin akan menggandeng BNN untuk orangtua nya yang sering mabok ini,” jelas walikota.(uumsri)




















