BANJARMASIN aktualkalsel.com—Namanya keren, EcoEnzym atau disingkat EE. Padahal terbuat dari sisa atau limbah sayuran dan buahan di rumah rumah. Kali ini sampah basah dikreasi jadi produk yang kaya manfaat.
Sabtu 20 Nivember 2021, Pegurus Forum Komunikasi Wilayah Partisipasi Publik dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Forkomwil Puspa) Kalsel menyelenggarakan bimbingan teknik membuat EcoEnzym bagi warga di Desa Gampa, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Selama beberapa jam, warga di sana mempraktikan proses membuat EcoEnzym yang dibimbing oleh instruktur dari bank sampah, Fatmawati.
Prosesnya diakuinya mirip membuat asinan sayuran atau buahan.
“Tetapi ini harus dipermentasi cukup lama yaitu tiga bulan,” ujar Fatmawati.
Caranya, kulit buah atau sisa sayuran dicuci bersih lalu dirajang halus, kemudian dimasukan dalam tempat plastik dicampur bersama air yang diberi gula untuk pengawetnya.
“Setelah itu diaduk terakhir ditutup rapat. Tunggu tiga bulan baru dibuka. Disaring untuk memisahkan cairan dan ampasnya,” jelas Fatmawati.
Hasilnya?
“Cairan EcoEnzym yang multimanfaat. Bisa untuk obat luka, pengharum ruangan, kumur sariawan atau pembersih air kolam,” ujarnya lagi.
Sedangkan sisa ampasnya bisa langsung digunakan sebagai pupuk tanaman atau pembersih lantai.
“Yang utamanya ini cara meminimalisir sampah organik di lingkungan rumah. Penemunya DR Rosukon dari Thaliland,” jelas pegiat bank sampah di Banjarmasin ini.(uumsri)



















