BANJARMASIN,aktualkalsel.com — Isu adanya dugaan ” kongkalingkong” Mila Karmila dengan salah satu paslon peserta pilkada Tanah Bumbu, sebelum debat kedua paslon bupati dan wakil bupati Tanah Bumbu boleh dibilang mendekati kebenaran, Senin ( 30/11/2020 ) malam.
Jika pada debat pertama tanggal 14 Oktober lalu, calon bupati dan wakil bupati Tanah Bumbu, Mila Karmila – Zainal Arifin, secara bersama dengan paslon 03 menyoroti dan mempertanyaan soal tambang batubara dan terumbu karang.Tapi malam tadi tidak.
Pada debat kedua yang disiarkan langsung di salah satu TV nasional di Banjarmasin dipandu Andi Tentri Sompa, Mila mengajukan pertanyaan kepada paslon 01, Syafruddin ( Cuncung ) – Alpia Rahman, dan paslon 03, Zairullah Azhar – Muhammad Rusli ( ZR ).
Kepada paslon nomor urut 01, Mila Karmila mengungkapkan masih banyak terjadinya sengketa lahan di Tanah Bumbu.
Dia menanyakan bagaimana upaya mencarikan penyelesaiannya masalah lahan dan masyarakat bisa mendapatkan sertifikat ?
Sementara itu, kepada paslon 03 pertanyaan Mila Karmila lebih banyak dibandingkan dengan Cuncung.
Kalau Cuncung hanya satu pertanyaan. Sementara Zairullah mendapat pertanyaan lebih dari satu. Pertama bagaimana mengatasi lobang-lobang bekas tambang, kedua pencemaran sungai, dan ketiga permasalah akses jalan di desa Satui Timur, dan Bukit Baru.
Menjawab pertanyaan Mila Karmila ( Paslon nomor urut 02 ), Cuncung mengatakan, akan membentuk tim hukum sendiri untuk menyelesaikan masalah ini.
Hingga sekarang, menurut Cuncung, persoalan yang terjadi masalah lahan perkebunan dan pertambangan.
Lahan akan dikembalikan kepada masyarakat dengan syarat ada bukti autentik dan tidak bersengketa.
MASALAH MENDASAR
Penangan masalah banjir, menurut Zairullah, perlu membicarakan masalah sangat mendasar.
Di tahun 1970-an, ketika Tanah Bumbu masih bagian dari Kotabaru, Menteri PU saat itu Muhammad Noor, punya gagasan membangun power plant di daerah Lasung.
Jika ini direalisasikan, akan menerangi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. ” Jika ini terealisasi tentunya akan menambah pendapatan APBD kita,” katanya.
Soal penanganan lobang tambang, Zairullah mengatakan, dulu waktu di komisi VII DPR-RI bersama dengan Cuncung, disepakati penambang harus melakukan reklamasi.
” Kedepan kita akan bekerja sama dengan penambang untuk menyelesaikan masalah ini,” jelas Zairullah.
Soal jalan di Satui Timur, menurut Zairullah, memang cukup menyedihkan.
Banyak jalan yang rusak di daerah. Kedepan Zairullah terpilih menjadi bupati, maka tidak hanya jalan besar yang dibangun, tapi juga jalan kecil. Edwan




















