BANJARMASIN aktualkalsel.com—Seandainya tidak menjadi korban pembunuhan Irjen Ferdy Sambo dkk, Brigadir Yoshua pada Selasa 23 Agustus 2022 akan menjadi salah seorang wisudawan di Universitas Terbuka (UT) dengan IPK 3,28.
Suatu pencapaian studi yang tergolong sukses di kalangan wisudawan, itulah sebabnya dia seharusnya bisa mengikuti prosesi itu di Jakarta karena tingginya IPK.
Mengutip tempo.com, Yoshua tercatat sebagai salah seorang mahasiswa UT Jambi program studi Ilmu Hukum sejak 2015. Rektor UT Ojat Darojat mengatakan Brigadri Yosua termasuk mahasiswa yang mendapat IPK sangat memuaskan.
Seperti diberitakan banyak media, Yoshua seorang anggota Brimob di Polda Jambi dan pada 2019 dipindahtugaskan ke Mabes Polri Jakarta sebagai ajudan Irjen Ferdy Sambo setelah dinyatakan lulus seleksi. Saat itu berarti dia masih menjalani masa kuliah di tahun terakhir.
Takdir berkehendak lain, 45 hari menjelang wisudanya, dia meninggal dunia dalam pembunuhan berencana yang didalangi dan dilakukan oleh jenderal bintang dua yang dikawalnya sejak dua tahun terakhir ini. Pembunuhan terhadap Yoshua menjadi kasus yang membuat jajaran mabes Polri babak belur dan tercoreng di mata masyarakat karena penuh dengan penjelasan rekayasa, dusta dan kekejaman.
Khabar tentang rencana wisuda Yoshua ini telah terdengar dua pekan setelah kematiannya. Walau berhak mewakili anaknya di acara wisuda, nanun orangtua almarhum belum bisa memastikan kehadirannya di Jakarta dengan akasan ketidakadaan biaya.(uumsri/foto net)


















