.
BANJARMASIN aktualkalsel.com–Enam pendaki gunung asal Banjarmasin dan Batu Mandi Barabai terpaksa harus dievakuasi tim gabungan ketika kembali turun usai melakukan pendakian Gunung Halau Halau, puncak tertinggi di Kalimantan Selatan yaitu hampir 2 ribu meter dari permukaan air.
Bukan hanya ketimggiannya yang kesohor di kalangan pendaki, hamparan pemandan luar biasa menakjubkan siap menyapa sesiapa yang bisa bertengger disana. Pucuk pengunungan Meratus tampak berselimut awan yang warna warni karena terbias cahaya. Inilah yang menjadi puncak Halau jadi impian pendaki.
Dari data di banjarmasinpost.co.id mereka adalah Yanur, Haris, Lida, Bunda Mimi, Ayu dan Misna yang stat pada Rabu 27 September 2023 dengan memilih jalur Cawang, kawasan Hulu Sungai Tengah. Target mereka kembali ke titik awal pendakian di Barabai pada 30 September 2023.
Nahas bagi rombongan mahasiswa pencinta alam ini, ketika melalui perjalanan turun, Ayu -satu anggota– mengalami drop hingga lunglai tak berdaya. Semula kelima anggota lainnya mencoba mengevakuasi dengan menggunakan tandu sederhana, namun kendala baru muncul yaitu kondisi sesama juga menurun.
Khawatir akan bertambah korban drop, tiga anggota turun mencari pertolongan sedang dua lainnya menunggu. Kondisi inilah yang membuat mereka tidak dapat mencapai target semula untuk selesai pendakian pada 30 September.
Sementara relawan gabungan yang antara lain terdiri dari Vertical Rescue Indonesia, Rescue Relawan Murakata, Trail Runners Meratus, Pokdarwis setempat, BPBD HST serta di Back Up Puskesmas bahu membahu melakukan penyelamatan dengan mendaki lintas setapak ekstrem ketika naik dan curam menurun ketika mengevakuasi korban.
Sulitnya medan membuat tim penyelamat memerlukan waktu 12 jam untuk bisa mengevakuasi keenam pendaki ini. Satu harus diamgkut ke UGD rumah sakit terdekat untuk perawatan.(uumsri/foto net)



















