BANJARMASIN aktualkalsel.com—Jauh dari layak untuk dihuni. Itulah gambaran rumah yang selama ini ditempati nenek Nursiah dan Nursita bersama beberapa anggota keluarganya.
Berada di Gang Sederhana, Kelayan Timur, Banjarmasin Selatan, kedua rumah yang dindingnya penuh ‘tato’ tersebut menjadi bagian dari 94 Rumah Tidak Layak Huni di Kota Banjarmasin yang jadi tujuan program Bantuan Rehabilitasi oleh Pemko Banjarmasin.
Dua rumah di Gang Sederhana itu pada Selasa 13 September 2022 menjadi simbolis untuk direhabilitasi. Dinding kayu yang sudah kerontang karena lapuk menjadi skat dengan jalan gang. Itupun bolong di sana sini. Dinding yang semakin berjarak satu sama lain itulah yang coba dibongkar langsung oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina siang itu. Wajah nya tampak prihatin.
Menggunakan sepotong besi, tampak walikota tidak harus mengerahkan tenaga full untuk melepaskan kayu itu dari tiangnya.
“Ada 94 rumah tidak layak huni di Banjarmasin ya g diikutkan dalam program rehabilitasi ini,” ujar Ibnu Sina seperti dikutip dari laman pemko banjarmasin.
Untuk satu rumah, menurut dia, perbaikan senilai Ro24 juta dengan waktu pengerjaan 20 hari selesai.
Disebutkan Ibnu Sina, rumah tak kayak huni yang paling banyak diikutkan dalam program ini berada di wilayah Banjarmasin Selatan. Ada 56 dari 94 rumah sasaran, dua di antaranya sangat memprihatinkan yaitu milik dua nenek tadi.
Menurut Ibnu Sina selama 20 hari perbaikan rumah, mereka diberiksn santunan sembako.
“Mudahan lancar, dan semoga tahun depan lebih banyak rumah tak layak huni yang bisa kita rehab,” ujarnya.(uumsri/foto net)




















