BANJARMASIN aktualkalsel.com—Dinding rumah kayu susun sirih ini penuh dengan goresan lukis yang dari jauh menyerupai penampakan tato. Bentuknya abstrak, ada juga yang menunjukkan angka.

Itulah rumah yang selama ini dihuni nenek Noor Siah, berjarak tipis dengan pembatas betonisasi jalanan Gang Sederhana, Kelayan Timur, Banjarmasin Selatan.
Dinding papannya bukan hanya sudah kerontang sangat rapuh, juga bolong bolong di sana sini. Pun bagian atapnya yang terdiri dari lembaran seng tua. Tak mampu lagi memberikan perlindungan berarti bagi seisi rumah dari panas apalagi hujan.
Saat siang, sinar masuk di sana sini. Dari sela atap dan dinding. Parahnya bila hujan di malam hari, lantai rumah milik nenek Noor Siah ini bagai di bawah pohon. Basah semua.
“Bocor semuanya, jadi kami harus tidur dengan posisi duduk. Di bagian sedikit yang tidak terkena guyuran hujan,” ujar nenek ini ketika menceritakan kondisi rumahnya di hadapan rombongan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina Selasa 13 September 2022.
Ucap syukur meluncur dari mulutnya begitu mengetahui rumahnya akan direhab oleh Pemko Banjarmasin. Apalagi ketika mengetahui 20 hari kedepan, dia tidak akan kehujanan lagi di dalam rumahnya.
“Inshaa Alloh, alhamdulillah,” ujarnya.
Rumah nenek Noor Siah ini menjadi salah satu dari 94 rumah tidak layak huni yang akan direhab Pemko Banjarmasin. Biaya rehab sebesar Rp24 juta itu akan rampung dalam waktu 20 hari.(uumsri/foto net)


















