BANJARMASIN aktualkalsel–Kematian yang tragis. Begitu warga menggambarkan bagaimana mengenaskannya akhir hidup Mahdalena, perempuan beranak satu warga jalan tembus Mantuil, Banjarmasin Selatan.
Dia menghembuskan nafas terakhir setelah dihujani sebelas tusukan pisau panjang di sekujur tubuhnya oleh Samson 58 th, pria yang dikenal tetangga sebagai ‘suami’ korban, Senin 31 Juni 2025. Tubuhnya yang bersimbah darah ambruk di pinggir jalan, tempat kejadian, tak jauh dari rumah mereka.
Adalah putri almarhumah yang berusia 14 tahun, menjadi saksi paling dekat bagaimana sang ibu dihujani tusukan. Bahkan, remaja ini ikut menjadi korban amukan Samson, hingga terkena sabetan belati di bagian perut.
Mencoba menyelamatkan diri, dengan darah bercucuran dari luka perut, puteri mencoba mencari pertolongan tetangga sambil berlari. Namun, warga tak berani mendekat karena Samson masih di tempat dengan senjata tajam berlumuran darah pula.
“Setelah pria itu pergi, baru kami bertindak. Pertama membawa si anak ke rumah sakit karena si ibu sudah meninggal,” tutur satu warga.
Selama ini tetangga mengira Mahda dan Samson adalah suami istri karena mereka tinggal serumah. Hanya saja keduanya sering terlibat pertengkaran, ribut. Tragedi berdarah siang itu menjadi puncak cekcok mereka.
Tentang status mereka sebagai suami istri masih dalam pendalaman polisi. Sebab, putri dari almarhumah masih dalam kritis di rumah sakit.
Mengutip dari banjarmasinpost.co.id, Samson langsung menyerahkan diri ke Polsek Banjarmasin Selatan setelah membantai korban.
“Namanya Sam 58 th, dia mengaku tega menghabisi nyawa Mahda karena merasa cemburu. Pada siang kejadian dia sudah bersiap dengan belatinya dia berdiri di pinggir jalan menunggu korban pulang,” ujar polisi.(uumsri/ilustrasi net)



















