BANJARMASIN aktualkalsel.com–Atraksi lomba panjat pinang di kawasan Loktabat, Banjarbaru Selatan, menjadi perdebatan di banyak grup media sosial daerah ini.
Bukan lantaran atraksi tersebut nyaris menjadi petaka karena tiga dari sekitar sepuluh batang pinang yang berjejer itu patah dan ambruk saat lomba berlangsung, tetapi nitizen itu menyoroti pemandangan memilukan dari lomba agustusan yang satu ini.
“Selain membahayakan jiwa warga, atraksi panjat pinang agustusan ini terasa tidak manusiawi. Harusnya ada aturan pemerintah yang melarangnya,” tulis Ida, satu nitizen di grup WA.
Bahkan ada nitizen yang mengaku tidak tega melihat atraksi demikian. Hanya untuk mendapatkan hadiah tak seberapa, mereka jatuh bertumpuk akibat gagal menaiki tiang licin yang dibaluri dengan minyak oli.
“Ada unsur penyiksaannya,” tulis yang lain.
Keprihatinan akan atraksi lomba panjat pinang agustusan ini semakin betambah bila mengingat perjalanan awalnya yaitu merupakan hiburan penjajah Belanda dengan menyaksikan rakyat Indonesia babak belur hanya untuk medapatkan hadiah receh.
“Sejarah memilukan ini kenapa dilestarikan?,” komentar mereka.
Video Lomba panjat pinang di Loktabat Banjarbaru Selatan untuk memeriahkan agustusan 2025 itu viral dan menjadi perdebatan karena tiga tiangnya roboh. Beruntung tidak ada korban jiwa karena peserta keburu melorot ke tanah sebelum tiang yang digantungi banyak hadiah termasuk sepeda, menimpa mereka.
Walau tidak ada kirban jiwa namun kengerian dan kepanikan sempat mewarnai warga yang menyaksikannya.(uumsri/foto net).



















