BANJARMASIN aktualkalsel.com—Setiap terjadi kebakaran di Kota Banjarmasin menyisakan cerita trauma tersendiri. Bukan hanya dari para korban kebakaran tetapi juga pemakai jalan yang berpapasan apalagi disalib unit pemadam.
Seperti yang terjadi di kawasan Simpang Belitung menuju arah Kuin. Seorang ibu yang membonceng anaknya tiba tiba lemes tak berdaya hingga tak mampu lagi meneruskan perjalanannya.
“Lemah, gemeteran,” ujar sang ibu sambil hanya mampu berdiri di samping kendaraanya, Minggu 21 November 2021.
Saat itu terjadi kebakaran di kawasan Kelayan Banjarmasin Selatan. Tetapi, unit BPK dari arah Kuin Banjarmasin Utara, dipacu dengan kecepatan tinggi di jalan yang tak terlalu lebar, sehingga menimbulkan kepanikan dan kengerian bagi pengendara yang berpapasan dengan BPK.
Ditambah suara sirene yang sangat nyaring menambah kengerian di jalan raya itu.
Ibu yang berkendara membonceng anaknya tadi jauh sebelum berpapasan dengan unit BPK sudah berhenti di bibir jalan hingga nyatis terperosok ke parit. Sejumlah kendaraan lain melakukan hal sama memberi ruang untuk BPK yang lewat.
Tetapi, karena dipacu terlalu kencang di jalan tak terlalu lebar tadi, membuat pergerakan unit BPK jadi liar di sela sela kendaraan yang berhenti. Hingga menimbulkan histeria. Sang ibu tadi berteriak karena mengira kendaraanya yang sudah berhenti tersenggol unit BPK.
“Saya kira sudah kesenggol, habis saya,” ujar ibu tadi gemeteran.
Untuk beberapa waktu dia mengaku tak mampu lagi mengendarai motornya.
“Gemeteran saya, lemas, silakan duluan,” ujarnya mempersilakan kebdaraan yang berhenti di belakangnya untuk jalan.
Bukan hanya si ibu ya g mengalami trauma, beberapa pengendara mengaku hal sama. Mereka berguman ada pula yang mengumpat.
Bisakah unit BPK yang melakukan misi sosialnya lebih santun, tidak menyisakan trauma lain dalam setiap perjalanannya menuju lokasi kebakaran?(uumsri)



















