BANJARMASIN aktualkalsel.com–Sejak Jumat 20 Januari 2023, Jembatan Kembar Sulawesi resmi dioperasikan untuk lalu lintas (lalin) dari arah Masjid Jami menuju Jl Sulawesi atau kawasan Pasar Lama Banjarmasin Tengah.
Diresmikannya penggunaan jembatan yang menghubungkan batas Kecamatan Banjarmasin Tengah dan Banjarmasin Utara itu membuat lalu lintas di sana menjadi lempang karena kendaraan dari arah Jl Sulawesi terpisah dengan arus dari arah Masjid Jami. Lalulintas dari Masjid Jami menuju Jl Sulawesi menggunakan jembatan baru sedangkan arus sebaliknya menggunakan jembatan lama.
Pada Sabtu 21 Januari 2023 menjelang malam Minggu arus lalu lintas di sana sangat lapang. Sebelumnya kendaraan di dua arah itu biasanya menjadi sangat padat karena tertumpu pada satu jembatan.
“Lempang arus lalin nya. Nyaman,” komentar warga.
Jembatan yang dicat dengan warna biru-kuning itu diresmikan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina Jumat 20 Januari 2023 dengan memotong untaian melati yang dibentangkan dari dua sisi jembatan.
Jembatan yang dibangun dengan dana Rp15,3 miliar itu sempat terhenti pelaksanaannya beberapa pekan paska terjadinya kecelakaan kerja yang membuat seorang pekerja meninggal dunia akibat tertinpa batang besi yang patah pada Oktober 2022.
Bukan hanya meresmikan penggunaanya, walikota juga menberikan nama baru bagi jembatan kembar itu dengan nama yang religius dari Jembatan Sulawesi menjadi Jembatan Masjid Jami.
Bukan hanya terasa religius, nama Jembatan Masjid Jami ini justru sejak lama sudah akrab bagi masyarakat Kota Banjarmasin, bahkan tidak sedikit yang merasa asing dengan nama Jembatan Sulawesi. Apalagi ujung jembatan sebelah utara hanya berjarak sekitar 200 meter dari masjid yang sudah berusia lebih dua abad itu.(uumsri)




















