TANAH BUMBU, aktualkalsel.com –B anjir yang melanda enam desa di Kecamatan Satui, boleh dibilang sebagai “agenda” tahunan. Setiap tahun, desa-desa yang terkenal banjir itu-itu saja.
Karena itu, kedepannya harus dilakukan relokasi sejumlah KK yang terdampak banjir, dan pembangunan tanggul dan sodetan-sodetan.
Bupati Kabupaten Tanah Bumbu Zairullah Azhar ketika diminta komentarnya soal banjir di Satui, mengatakan, akan melakukan langkah-langkah positif, diantaranya merencanakan pembangunan tanggul untuk mengatasi banjir.
” Ini sedang kita wacanakan,” kata Zairullah kepada aktualkalsel.com, Sabtu ( 15/5/2021 ).
Sementara itu Pj Sekda Tanah Bumbu, membenarkan jika bupati ingin secepatnya merelokasi korban terdampak banjir.
” Ini suatu keharusan, karena daerah yang banjir, itu-itu saja tempat. Dan setiap tahun terjadi,” kata Ambo Sakka.
Dari kejadian ini, setidaknya ada sekitar 50 KK yang harus dipindah dan lokasinya tidak jauh dari lokasi banjir.
Untuk memindah mereka korban terdampak banjir, ada jubah dari kepala desa setempat seluas lima hektar.
Dulu, cerita Ambo Sakka, ketika terjadi banjir di desa dan lokasi yang sama, Pemkab ingin merelokasi mereka. Tapi mendapat perlawanan, artinya mereka tidak menolak.

Dan kondisinya sekarang terbalik, mereka yang minta direlokasi.
” Dan memang seharusnya, karena tempat tinggal mereka sudah tidak nyaman dan aman terhadap banjir,” demikian Ambo Sakka.
Seperti diketahui, jumlah desa yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Satui sebanyak lima desa yakni desa Sinar Bulan, desa Jombang, desa Satui Barat dan desa Sungai Danau desa Satui Timur.
Namun dari kelima desa tersebut ada tiga desa yang terparah akibat terdampak banjir yakni desa Sinar Bulan, desa Jombang dan desa Sungai Danau. Edwan/SKR




















