ALAM Kembali membagikan “THR- nya” yang berupa banjir kepada masyarakat Satui, seakan tidak ada habis dan capeknya banjir di kecamatan ini dalam setiap tahun.
Terus berulang-ulang. Puluhan rumah dibuatnya tenggelam, ratusan kepala keluarga terpaksa harus mengungsi dan ribuan ucapan turut berduka serta bantuan atas bencana itu terus mengalir.
Seakan banjir di Satui ini adalah kebiasaan rutin yang harus dilakukan oleh Alam setiap tahunnya.
Para warganet saling mengeluarkan dugaan-dugaannya atas penyebab banjir di Satui dan sebagian besar beranggapan banjir ini disebabkan gundulnya hutan, aktivas tambang atau alih fungsi hutan menjadi kebun sawit yang terjadi begitu masif di Tanah Bumbu Khususnya Satui. Benarkah itu ?
Pemerintah dan pengusaha mulai berdatangan memperlihatkan rasa simpatinya terhadap korban banjir dengan membawa bantuan. Namun cukupkah hanya sebatas itu yang pemerintah dan para pengusaha lakukan ? Apakah masyarakat harus melakukan new normal/ pola Hidup baru bersama banjir yang setiap tahun selalu menjumpainya ?
Apa penyebab Banjir, dan apa solusinya ?



















