BANJARMASIN aktualkalsel.com–Dikutip sangat banyak media massa juga medsos, kalimat yang disampaikan Suekh Mahmud Al Hasanat dari ketika menjadi khatib di sebuah masjid Palestina, menjadi khutbah Jumat terpendek sepanjang sejarah.
Dalam khutbah singkatnya pada Jumat 26 Ramadhan 1445 itu dibagikan akun @Joramvklaveren, Syekh Mahmoud Al-Hasanay mengatakan hal berikut:
“Jika lebih dari 30.000 orang yang mati syahid, 70.000 orang terluka, dan dua juta orang terlantar dan tidak mampu membangunkan hati umat ini, apa yang dapat dilakukan oleh kata-kata saya?!” ucapnya.
Syekh Mahmud Al Hasanat adalah seorang ulama juga cendeiawan Palestina.
Itulah ucapan kesedihan yang tersirat rasa kecewa terhadap ketakpedulian sebagian besar umat terhadap tragedi kemanusiaan yang dilskukan zionis Israel beberapa dekade terhadap rakyat Palestina .
khutbah terpendek sebelum ini oleh banyak akun medsos dikutip dari khutbah ulama besar Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani semasa masih hidup. Disebutkan beliau naik mimbar Jumat dan berkata;
“Satu suap kau masukkan dalam perut orang yang lapar lebih baik dari membangun seribu Masjid jami’.
Dan lebih baik dari memberi kiswah Ka’bah dengan kain sutera.
Dan lebih baik dari orang yang qiyamul lail dan ruku’.
Dan lebih baik dari berjihad melawan kekafiran dengan pedang yang terhunus.
Dan lebih baik dari berpuasa sepanjang tahun di waktu panas.
Jika tepung itu masuk ke dalam perut orang yang lapar, maka ia mempunyai cahaya seperti cahaya matahari yang terang benderang.
Sungguh beruntung bagi orang yang memberi makan orang yang lapar.”
seperti dikutip dari akun majelis zikir almubarokah official.(uumsri/ilustrasi net)




















