BANJARMASIN aktualkalsel.com—Andai ada ibukota untuk kecamatan di wilayah Kota Banjarmasin, boleh jadi untuk Banjarmasin Utara di jalur HKSN lah kedudukannya. Nyaris tak pernah ‘istirahat’ hingga jauh malam, kawasan ini menjadi pusat perdagangan yang paling ramai dan variatif di kecamatan ini. Plus, sepanjang jalan utamanya selalu hingar bahkan padaaat merayap pada jam jam berangkat dan pulang kerja.
HKSN disebut sebagai pusat pemerintahan kecamatan karena Kantor Camat ada di wilayah ini. Sisi ujung wilayah inipun menyentuh sampai Kelurahan Kuin Utara, Alalak Utara dan Alalak Selatan. Tiga kelurahan padat penduduk.
Kawasan HKSN inilah satu satunya wilayah di Banjarmasin yang dibangun berbasis sejarah gotong royong yang kuat, potret kemitraan masyarakat dan ABRI. Menjadi ikon proyek prestisius di Banjarmasin pada era Orde Baru dengan momentum peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional menggandeng kekuatan ABRI. Jadilah kini jalan utama-nya bernama Jl HKSN penghubung puluhan jalan di sisi kanan dan kirinya yang menggunakan nama AMD singkatan ABRI Masuk Desa.
Kisaran 25 tahun lalu, waktu itu Kota Banjarmasin dipimpin seorang perwira ABRI dari kesatuan infantri berpangkat kolonel: Sadjoko. Di era kepemimpinanannya yang selama 10 tahun itulah kawasan HKSN mulai dibangun.
Kala itu, HKSN masih berupa hutan di wilayah kota yang memisahkan sejumlah kelurahan di Kecamatan Banjarmasin Utara, seperti wilayah Alalak, Kuin dan Pangeran.
Poros utama proyek HKSN-AMD ini adalah jalan tembus Kuin-Alalak yang menerabas kebun kelapa, jeruk, pisang dan pohon hutan lainnya. Perlu bertahun untuk kemudian mengubah hutan lahan itu menjadi jalan representatif: jalur HKSN. Jalan yang setelah 25 tahun kemudian menjadi lintasan panjang terpadat di Banjarmasin. Jalan yang menjadi penghubung ratusan kompleks perumahan kelas menengah ke atas. Kawasan yang ekonomi kreatif warganya sangat tinggi. Atas alasan kesibukan yang luar biasa inilah kemudian kantor kecamatan yang semula berada di dalam Kota Banjarmasin yaitu seberang Masjid Jami, Kelurahan Surgi Mufti, dipindah di poros jalan HKSN ini.
Bukti lainnya bahwa HKSN menjadi penting dalam skema perkembangan area dan perekonomian Banjarmasin kini Pemko Banjarmasin tengah merampungkan satu jembatan beton yang bajal menjadi jembatan terbesar di dalam kota ini. Itulah Jembatan HKSN 1 yang menghubungkan Kuin Pertamina di sebelah selatan dan Kuin Alalak di sebelah utaranya. Jembatan dengan oprit selatannya direncanakan agak melengkung ini langsung bersambut dengan jalan utama HKSN.
Ketika 25 tahun lalu diresmikannya poros utama ini, Walikota Sadjoko menyebutkan, Kota Banjarmasin ke depannya akan pesat berkembang ke atah utara ini. Sinyal akan menjadi kawasan terpadat dengan pertumbuhan perekonomian luar biasa?(uumsri)



















