BANJARMASIN aktualkalsel.com–“Wauw meneng (bernas) pisangnya, ayo ayoo,” ujar seorang ibu dengan wajah sumringah seperti loncat dari kendaraannya saking tergesa gesa menuju tumpukan pisang satu pedagang di kawasan Belitung Banjarmasin Barat, pekan kedua Oktober 2023.
Perempuan yang mengaku pedagang gorengan pisang di Banjarmasin ini berkali kali memuji kualitas pisang jenis kepok sambil memilih milih.
“Bingung, meneng semua, semangat jualan kalau pisangnya bagus seperti ini,” ujarnya.
Inilah pisang kepok panenan daerah Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah yang kini membanjiri pasaran di Banjarmasin menggeser produk Kalimantan Barat yang dikenal sebagai pisang Ponti dan sempat populer karena kualitasnya yang juara.
“Masih unggul kualitas pisang Kuala, lebih besar, padat dan isinya agak kuning jingga. Sekarang yang dicari pembeli pisang Kuala ini,” ujar Pakle, pedagang di Belitung tadi.
Bukan hanya Pakle yang memuji kualitas pisang Kuala ini, tetapi rata rata pedagang mengatakan hal sama. Ketika ditanya bagaimana nasib pisang kepok panenan Kalimantan Selatan, mereka menyebutkan sekarang sudah meredup. Panenannya tidak mencukupi.
“Kualitasnya juga menurun, cenderung tidak bernas dan isinya pucat,” jelas mereka.
Kini pisang Kuala dengan kualitas yang disebut pembeli dengan kata ‘meneng’ menjadi pisang jenis kepok termahal di Banjarmasin. Rata rata di pasar induknya kawasan Belitung Rp10 ribu perkilonya untuk kualitas premiumnya.(uumsri/foto net)




















