TANAH BUMBU, aktualkalsel.com — Guru SD- SMP sederajat di Tanah Bumbu yang berstatus PNS setiap tahunnya yang memasuki masa pensiun mencapai 100 orang, disamping itu pindah tugas.
Sementara formasi untuk penambahan guru dari dari kalangan PNS saat ini hampir tidak ada.
” Saya berharap tahun depan atau tahun berikutnya dibuka lowongan lagi untuk penerimaan guru PNS,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Bumbu Eka Sapruddin kepada aktualkalsel.com, belum ini.
Dengan banyaknya guru yang berasal dari PNS pensiun, maka kekurangan guru tersebut ditutupi dengan guru honorer atau PPPK ke depannya.
” Saya berharap kedepannya ada penerimaan formasi guru dari jalur PNS,” kata Eka.
Secara umum hampir semua sekolah tidak ada yang kekurangan guru karena mereka mengangkat guru honorer. Yang menjadi masalah itu, ungkap Eka, guru dari kalangan PNS berkurang 50 persen dari jumlah yang ada.
Untuk guru honorer gaji mereka ada yang dibayar Pemkab Tanah Bumbu ( Guru PTT, red ) dan sekolah bersangkutan.
Saat ini, banyak guru honorer terutama dari PTT tidak bisa mengikuti tes CPNS untuk formasi guru karena terbentur dengan batasan usia.
” Untuk bisa diterima jadi PNS umur tidak boleh lebih 35 tahun, tapi rata-rata guru honorer kita diatas 35 tahun,” ungkap Eka.
Eka berharap ada kebijakan pemerintah pusat bisa mengangkat guru honorer ataupun mengikutkan mereka pada penerimaan CPNS, meski usia mereka lebih 35 tahun.
” Sesuai ketentuan batas maksimal penerimaan CPNS usia tidak boleh lebih 35 tahun,” demikian Eka. Edwan/A-01


















