TANAH BUMBU, aktualkalsel.com — Kadis PUPR Tanah Bumbu Subhansyah, ST, MT, gerak cepat menanggapi keluhan warga Desa Bunati Kecamatan Angsana. Didampingi sejumlah wartawan media cetak, televisi dan online dia turun langsung memeriksa jalan desa yang longsor akibat tambang batubara, Minggu (23/5) tadi.
Apa yang didengar dan dibaca Subhan dari berita di sosial media, benar adanya.
“Ini berbahaya sekali. Kenapa bisa begini,” katanya.
Apa yang terungkap di sana? Subhansyah melihat sendiri. Jalan longsor itu menyisakan jurang sedalam kurang lebih 20 meter.
Jalan itu putus sekitar 200 meter. Tiga tiang listrik tumbang. Kabel bertegangan tinggi terpaksa diampar di tanah.
Di sisi timur jalan, lubang besar tambang batubara menganga. Alat berat tampak masih beraktivitas di sana.
“Tolong Pak, janji memperbaikinya. Kasian warga,” kata Subhan kepada pihak dari perusahaan yang hadir saat itu.
Manajer PT Anzawara Satria, Yani mengatakan, mereka bertanggungjawab penuh karena kerusakan itu. “Secepatnya, Pak,” ujarnya.
Tokoh warga di sana M Zakaria saat diwawancara tidak dapat menahan emosi. “Dari awal sudah kami peringatkan, tambang di pinggir jalan. Akhirnya kejadian,” keluhnya.
Kata Zakaria, warga desa sangat terdampak. Distribusi nelayan terganggu. Guru-guru kesulitan masuk.

“Kami minta jalan ini segera diperbaiki. Dan jangan lagi menambang di pinggir jalan. Apalagi pertemuan pihak perusahaan dan warga sudah lima kali dilaksanakan,” tegasnya.
Sementara itu, KTT PT. Anzawara Satria Sugiarto, mengatakan, ke depan mereka akan memperhatikan jarak tanah yang ditambang dengan jalan.
Jalan ini, baru pertama kali diaspal. Dan baru delapan bulan sudah putus dan longsor sehingga tidak bisa dilewati.
Hal ini tentu saja membuat masyarakat geram melihat aktivitas tersebut,dan akibat transportasi warga terganggu. Kendati ada jalan alternatif yang dibuat perusahaan, namun belum maksimal.
Pasalnya, jalan longsor ini terjadi sebelum lebaran Idul Fitri 1442 H. Sebelum longsor, jalan terlebih dulu retak sehingga membuat warga mengeluhkan itu pada 4 April lalu, namun tidak ada tanggapan hingga akhirnya longsor pada 9 April lalu.
Muhammad Zakaria, warga Bunati yang mengaku sudah dua hari mendirikan tenda bersama sejumlah warga, memantau kinerja pihak perusahaan.
” Kami menuntut agar segera cepat dipebaiki ke posisi awal karena aktivitas warga jadi terganggu,” demikian Zakaria.
Dia meminta agar pihak perusahaan bisa lebih cepat memperbaiki jalannya seperti semula. Karena jalan alternatif masih kurang efektif, apalagi bila hujan turun.
Sekdes Bunati, Sodikin, juga menambahkan agar pihak perusahaan bisa lebih cepat untuk menyelesaikan perbaikan jalan itu. Karena menurut dia, aktivitas warga di pesisir menjadi terganggu karena itu jalan satu-satunya. SKR/Edwan


















