BANJARMASIN aktualkalsel.com–Walau Dewan Masjid Indonesia (MDI) mengeluarkan seruan untuk memanjatkan doa Qunuth Nazilah pada Sholat Jumat 19 Juni 2025, namun tidak semua pelaksanaan Jumatan membacakan doa untuk mujahidin Palestina.
Sejumlah masjid besar di Kota Banjarmasin tetap Sholat Jumat seperti biasa tanpa diselipkan memanjatkan doa Qunuth Nazilah yang diserukan MDI Pusat tersebut.
Di masjid terbesar di Kalimantan Sekatan Masjid Raya Sabilal Muhtadin juga tidak membaca doa tersebut.
“Imam di rakaat pertama membaca Surah Al A’la dan di rakaat kedua surah berikutnya yaitu Al Gasyiah. Padahal saya menunggu juga doa tersebut diselipkan,” ujar satu jamaah.
Di beberapa masjid besar lain yang terpantau juga tidak menyertakan doa tersebut.
“Iya tidak ada doa itu,” ujar jamaah yang Jumatan di Masjid Al Jihad Banjarmasin Trngah itu.
Di masjid lain yang tergolong besar seperti Masjid Al Anshor juga diakui jamaahnya tidak melakukan doa Qunuth Nazilah tersebut.
“Di Masjid Mujahidin juga tidak ada, khatib juga materi khutbahnya tidak menyinggung doa tersebut. Kenapa yaa,” ujar Sholeh kepada aktualkalsel.com.
Doa Qunuth Nazilah untuk perjuangan mujahid Palestina justru terdengar di pelaksanaan Sholat Jumat di masjid kawasan Sungai Lulut Banjarmasin Timur.
“Saya sholat disana dan dilantinkan doa tersebut. Merinding juga. Semoga Alloh mebgabukan doa muslimin ini,” jelas Syaiful, jamaah yang mengikuti Jumatan di masjid tersebut.
MDI pusat pada 19 Juni 2025 mengeluarkan seruan tertulis untuk pelaksanaan Sholat Jumat 20 Juni 2025 agar melaksanakan doa Qunuth Nazilah bagi perjuangan mujahid Palestina baik yang di masjid maupun perorangan di rumah rumah. Seruan yang ditandatangani ketua umum DR HM Yusuf Kalla itu berkenaan dengan semakin panasnya eskslasi politik di negeri tersebut setelah terjadi serangan udara terbuka anyara Iran dan Israel yang tentu sangat berdampak ke rakyat Palestina yang berjuang panjang merebut kemerdekaannya.(uumsri)




















