BANJARBARU aktualkalsel.com–Tragedi seorang pendulang terkubur hidup hidup kembali terjadi. Terbaru, adalah warga Kelurahan Sungai Tiung Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang menemui ajal di dalam lubang yang digalinya untuk menemukan secercah emas atau permata.
Minggu 18 Mei 2025 siang itu M Humaidi, 31 th, kembali menekuni pekerjaannya sebagai seorang pendulang. Dia berada di lubang yang sudah lama digalinya sedalam sekitar 15 meter, ketika matahari mulai bergeser ke barat. Harapannya, sebelum gelap sudah bisa kembali naik ke tebing dan pulang.
Terapi, nahas menimpanya, beberapa jam setelah berada dalam ‘gua buatanya’ itu, tanah tebing tiba tiba mengalami longsor. Pria 31 tahun ini tak sempat menyelamatkan diri. Dalam hitungan detik, hanpir seluruh permukaan lubang tertutup tanah longsoran. Innalillahi waainallilahi rojiun. Humaidi terkubur hidup hidup.
Insiden maut ini cepat tersebar, pertolongan pun berdatangan termasuk dari tim gabungan yang mukai melakukan penggalian luvang yang tertutup longsoran tanah tersebut. Hungga di kedalam sekitar 15 meter, tim menemukan jasad Humaidi. Evakuasi dilakukan sedikit kesulitan karena tanah longsoran terlalu lunak.
“Peristiwa longsor ini terjadi diperkirakan sekitar jam 4 sore, dia jam kemudian tim berhasil mengevakuasi korban,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Banjarbaru, Zaini Syahranie seperti dikutip dari banjarmasinpost.ci.id.
Tentang seorang muslim yang meninggal karena terkubur reruntuhan atau tanah menjadi sakah satu cara meninggal syahid. Dari hadis Buhari dan Muslim dijelaskan.“berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Orang yang mendapat derajat syahid ada lima jenis, yaitu (1) korban meninggal karena wabah tha’un (pes), (2) korban meninggal karena sakit perut, (3) korban tenggelam, (4) korban reruntuhan, dan (5) orang gugur di jalan Allah.’” (uumsri/ilustrasi net)




















