BANJARMASIN aktualkalsel.com—Kawasan bisnis nomor satu di Kota Banjarmasin yaitu Jalan Lambungmangkurat, kini sudah ramai jadi tempat nongkrong para pengelola money changer atau tukar uang, pribadi.
Di jalan yang disebut sebut warga sebagai jalan terfavorit dan teduh karena sisi kiri, kanan dan badan pemisah jalannya tumbuh berjejer pohon rindang itu, sejak pertengahan Ramadhan, dikawal belasan penjaja urang recehan dengan berbagai penawaran harga.
Para pengelola tukar uang receh itu, ada yang nenggunakan fasilitas kendataan roda dua, ada pula yang duduk lapak di trotoar jalanan. Pemandangan demikian, terlihat setiap Ramadhan menyambut Idul Fitri dimana uang receh diburu warga untuk keperluan zakat dan sedekah.
Dalam pantauan aktualkalsel.com sejak pertengahan Ramadhan sudah ada beberapa yang buka lapak tukar uang receh ini tetapi transaksinya belum ramai. Kebijakan sejumlah bank membuka layanan tukar uang receh, menjadi penyebab sepinya transaksi di money changer street.
“Kalau tukar di bank tidak ada nilai jualnya, di niney changer jalanan lumayan mahal. Untuk satu juta rupiah ditukar recehan 20 ribu bisa dikenai uang jasanya hampir seratus ribu. Tiap pedagang tidak sana. Mahal,” ujar Soleh, warga yang memilih tukar uang receh di bank.
Belum lagi bila ditilik dari syariah transaksinya yang tergolong ‘jual uang’ dilarang agama, menjadi alasan kuat untuk menghindari jasa tukar receh di jalanan tersebut.
“Saya tetap pilih tukar uang di bank, biar antre tapi aman untuk agama,” ujarnya lagi. (uumsri)














