TANAH BUMBU, aktualkalsel.com — Sekitar pukul 04.10 Wita dinihari tiba-tiba handphone selularku berdering. Dilayar tertulis muncul nama Edy Nasdem.
Dalam hatiku berkata kenapa Mas Edy — begitu kebiasaan ku memanggilnya — subuh-subuh telepon aku? Ini diluar kebiasaan sebelumnya.
Setelah kuterima, ternyata suara seorang perempuan dengan sedikit menahan tangis. ” Pak Sukrie, tolong sampaikan dengan Pak Zairullah, mas Edy sudah tidak ada,” katanya kepadaku??
Maksudnya? aku bertanya kepada sang perempuan. Lalu jawabnya : Mas Edy meninggal dunia sekitarnya pukul 01.00 WITA tadi, Rabu ( 16/6/2021 ), dan akupun tersentak, sambil mengucapkan Innalilahi Wainnailahi Rojiun,
Sebelum menutup handphonenya, perempuan tadi, yang mengaku istrinya, kembali mengingatkanku. ” Tolong ya, sampaikan dengan pak Zairullah bahwa Pak Edy meninggal dunia di rumah sakit Sari Mulia Banjarmasin,” katanya sebelum menutup handphonenya.
Sebelum meninggal Edy sehat walafiat, namun tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri. Tidak disebutkan di mana jatuhnya .
Kemudian dibawa ke RS Sari Mulia. Berdasarkan keterangan dokter, ungkap sang perempuan tadi, pembuluh darah Edy pecah akibat tekanan darah tinggi.
Edy yang semasa hidupnya menjabat Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tanah Bumbu memang dikenal dekat dengan Zairullah, meskipun dia bergabung di Partai Nasdem.
Sedangkan Zairullah merupakan ketua DPW PKB Kalimantan Selatan.
Keakraban Edy dengan bupati Tanah Bumbu itu, terjalin saat Zairullah maju pada Pilgub pada periode 2010- 2015 lalu.
Dimana kala itu, aku dan Edy mendampingi Zairullah keliling pada11 titik di Peleihari dari pukul 10.00 WITA hingga larut malam.
Tidak hanya sampai disitu, Edy pun turut membantu Zairullah ketika maju sebagai sebagai calon anggota legislatif di Senayan, periode 2019 – 2024.
Dan Zairullah berhasil duduk di Senayan. Hanya setahun menjadi anggota DPR-RI fraksi PKB, Zairullah ikut pilkada Tanah Bumbu dan menang.
Pada syukuran kemenangan Zairullah pada pilkada Tanah Bumbu di Istana Anak Yatim Darul Azhar, Edy datang. Kepadaku Edy mengungkapkan, ” Partai boleh beda, Nasdem – PKB, tadi saya bersaudara dengan pak Zairullah.” Sukrie



















