BANJARMASIN aktualkalsel.com–Media online Tanah Air lagi tertuju pada peristiwa berdarah di Desa Bumi Anyar, Bangkalan Madura yang dijuluki carok maut karena menewaskan empat orang. Bahkan satu di antara korban dikenal sebagai jawara silat yaitu Matterdam.
Tragedi Jumat 12 Januari 2024 itu, menurut polisi, boleh disebut perkelahian bersenjata tajam tak seimbang yaitu dua melawan lima. Yang dua merupakan kakak adik yaitu HA(39) dan WE(30). Sedangkan yang lima itu ada juga dua bersaudara-nya yaitu Natterdam dan Mattanjar serta tiga anggota kelompoknya.
“Empat dari kelompok lima ini meninggal dan satu selamat setelah disuruh lari oleh pelaku,” ujar Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya kepada sejumlah wartawan dua hari paskakejadian seperti dikutip dari detik.com.
Perkelahian ini disaksikan sejumlah warga bahkan ada yang merekam dan menyebarkan videonya di media sosial. Namun tak ada yang berani melerai.
Bahkan sebenarnya di tempat kejadian itu kelompok korban sebenarnya ada sepuluh orang, namun lima lainnya ngacir begitu melihat gerakan dua bersaudara HA dan WE menganuk hingga satu persatu lawannya roboh tak bergerak, sementara keduanya tak terlihat terluka.
Ada pula saksi yang menyebutkan sebenarnya sebelum carok terjadi dua bersaudara Matt sempat juga lari namun dikejar pelaku lalu mereka saling serang. Melihat dua Matt seperti kualahan tiga dari delapan orang kelompoknya yang menyaksikan ikut membantu, namun berakhir dengan tewas.
Tentang mengapa dalam carok tak seimbang ini justru HA dan adiknya WE tidak terluka sama sekali, terungkap rupanya mereka memiliki ilmu silat yang memadai, khususnya sang kakak HA.
“Sewaktu bekerja di Kalimantan beberapa tahun lalu sempat berguru silat di sana,” demikian pengakuan HA kepada petugas. Tetapi tidak dirinci di kota mana dan siapa sang guru.
Sementara kejadian itu dilatari ketersinggungan. Malam itu HA akan menghadiri pengajian, di tengah jalan berpapasan dengan dua bersaudara Matt yang berkendara dengan kecepatan tinggi. Merasa berada di lingkungan desa nya HA menegur. Matt, tidak terima dan langsung turun menghampiri HA. Disiri HA dipukul beberapa kali bahkan satu Matt mengeluarkan senjata tajam.
HA kemudian disuruh pulang untuk mengambil sajam dan ditantang agar kembali untuk tanding di tempat itu. HA meladeni tatangan dengan dibantu sang adik. Kini HA dan adiknya diproses hukum di Polres Bangkalan.(uumsri/ilustrasi net)



















