BANJARMASIN aktualkalsel.com–Pasar beras di Banjarmasin masih belum stabil setelah ada kenaikan dampak gagal panen petani lokal sejak tiga bulan lalu. Bahkan untuk beras lokal kualitas baik seperti unus mutiara gambut harganya paling tendah Rp18 ribu per liter bahkan ada yang jual Rp20 ribu.
Kenaikan harga beras lokal ini juga diikuti beras beras kemasan dari luar pulau seperti beras pulen jawa mengalami kenaikan sampai sepuluh persen.
“Untuk yang standar pulen jawa seperti lovoijo sekarang per 5 kg menjadi Rp70 ribu dari sebelumnya kisaran Rp60 sampai Rp65 ribu,” ujar satu pedagang di kawasan Pasar Lama Banjarmasin Tengah Minggu 7 Januari 2023.
Memurut pedagang ini, kenaikan ini merata untuk semua merek karung pulen jawa.
“Kisarannya ya maksimal sepuluh persen kenaikannya,” ujar dia.
Sementara penyebab kenaikan ini disebut sebut ikut dipengaruhi semakin banyak konsumen beras di Banjarmasin yang berpindah dari beras lokal ke pulen jawa sejak kensikan harga beras lokal diperparah dengan kualitasnya yang rendah.
“Iya, sempat beberapa kali beli beras lokal kecewa karena kualitasnya rendah. Harga naik berasnya ada aroma bau karung bahkan sampai dimasak baunya tidak hilang,” ujar Tia, warga Banjarmasin.
Menurut dia, sempat beberapa kali dapat yang kualitas rendah lalu mencoba beras pulen jawa harganya lebih murah, lebih putih dan aromanya wangi.
“Ee ternyata beli terakhir ini harganya ikutan nai,” ujarnya.(uumsri/foto net)




















