BANJARMASIN aktualkalsel.com–Jembatan Masjid Sultan Suriansyah, Kuin Selatan yang, menjadi salah satu bangunan berbahan kayu ulin di Kota Banjarmasin, kini dalam proses perbaikan menyeluruh karena kondisinya yang sangat memprihatinkan.
Paku yang mematri lantai ulin jembatan tersebut sebagian besar aus terlepas hingga menimbulkan suara gerancaian setiap ada kendaraan yang melintas di sana.
Kondisi berisik ini sudah lama dikeluhkan warga sekitar apalagi jamaah sholat di masjid itu.
Kini lantai ulin tebal tadi sudah dibongkar yang terlihat hanya kerangka bangunan lama yang masih terhubung di setiap pondasi jenbatan. Rencananya, pernaikan jrmbatan tersebut menerlukan waktu penyelesaiannya 26 hari.
“Pekerjaan mulai 4 Desember sampai 30 Desember,” demikian tertulis di papan dekat jembatan.
Tak terlihat alat berat di dekat lokasi proyek yang ada hanya material kayu ulin bongjkaran jembatan tersebut. Pengerjaan ini pun membuat jembatan tidak bisa dilewati kendaraan kecuali pejalan kaki yang nekad dengan cara meniti di materi yang masih terpasang.
Benarkah pernaikan jembatan itu tidak permanen seperti disebut beberapa warga di sana?
Menanggapi hal ini Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rajyat (PUPR) Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah mengatakan perbaikan tersebut meliputi pergantian lantai dan besi-besi yang mengikat lantai agar tidak terlepas.
“Rencananya Pemko Banjarmasin melakukan pergantian penuh jembatan pada 2024. Desainnya sudah masuk di APBD,” ujarnya seperti dikutip dari KalimantanLive.com.
Jembatan yang itu terletak di kawasan Kuin Selatan Banjarmasin Utara, membentang di atas anak sungai Kuin yang berada di Samping Masjid Suriansyah. Masjid tertua di Kalimantan Selatan.(uumsri)




















