BANJARMASIN aktualkalsel.com–Fauzan, pria asal Magelang, Jawa Tengah yang nekad menuju Mekkah dengan mengayuh sepeda pancal, sudah sejak pertengahan Juni 2022 tiba di Kota Suci itu.
Kemampuan dan keuletannya mengayuh sepeda untuk berhaji menjadi cerita inspiratif karena penuh rintangan baik soal dana, persiapan hingga fisik.
“Sempat drop juga akibat kehujanan dua hari,” ujarnya kepada beberapa yutuber Indonesia yg mukim di Mekkah.
Dia mengaku tidak ada sponsor dana dalam perjalanannya selama tujuh bulan itu. Midal utamanya niat kuat untuk berhaji. Maka dia mulai menabung hingga selama enam tahun.
“Pada 2021 tabungan dibuka ternyata jumlahnya baru Rp 10 jutaan. Saya putuskan untuk beli sepeda, perlengkaoan, uang bekal dan sebagian saya sisakan untuk istri yang baru melahirkan anak pertama kami,” dia melanjutkan kisahnya.
Dalam perjalanan yang sempat dilaluinya adalah wilayah Singapura, Malaysia dan Thailand. Disini pedalnya terhenti karena visa masuk India bermasalah. Perjalanan dilanjutkan naik pesawat ke Riyadh.
Tentang dana untuk beli tiket dan sebagainya, diakui Fauzan tidak cukup hanya dari uang saku yang dibawanya.
“Saya bersepeda sambil dagang madu herbal dari Indonesia dalam kemasan botol kecil. Ada beberapa puluh saya bawa dan Alhamdulillah laku dalam perjalanan itu. Satu botil Rp50 ribu,” ujarnya lagi.
Selain menjual madu herbal, Fauzan mengaku menawarkan jasa bekam di setiap dia berhenti di negara yang dilalui.
“Biasanya waktu istirahat saya bisa tidur di masjid, tempat umum seperti spbu atau berkemah. Saat itu saya tawarkan ke orang orang sekitar. Ada yang tertarik,” ujar Fauzan.
Tentang bisnis herbal dan jasa bekam doakuinya memang sudah lama dilakoninya di Magelang. Fauzan memang bukan pengayuh sepeda ontel yang biasa biasa saja. Sebelum berangkat gowes ke Mekkah, dia berhasil diwisuda untuk sarjana masternya.(uumsri)



















