BANJARMASIN aktualkalsel.com—Doa nya untuk meninggal di depan Kabah, diijabah Alloh SWT.
“Masyaa Alloh, meninggal husnul khatimah,” tulis seorang nitizen ketika membaca berita meninggalnya seorang jamaah umrah asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan di tempat yang paling mulia yaitu di Masjidil Haram, tepatnya di depan Kabah di waktu yang khusuk yaitu pada dini hari Sabtu 14 Oktober 2022.
Mengutip dari akun fb Ahmad Maghfur yang ikut dalam rombongan umrah itu, jamaah yang meninggal itu bernama H Didin.
“Tak ada yang menyangka, dini hari itu menjadi kebersamaan terakhirnya bersama kami para jamaah,” tulis Ahmad Maghfur di akunnya tersebut.
H Didin menghembuskan nafas terakhir di depan Kabah. Dini hari itu dia bersama jamaah lain melakukan ibadah tawaf keliling Kabah. Tiba tiba tubuhnya melemah dan jatuh, di antara jamaah yang memadati wilayah tawaf.
“Jantung beliau dipompa, disaksikan orang banyak, bibir beliau mulai membiru almarhum pun menghembuskan nafas terakhirnya di depan Kabah,” tulis pemilik akun tersebut.
Kepergian almarhum menghadap Sang Khalik di depan Kabah membuat duka jamaah saat itu sekaligus memunculkan ucapan bahwa itulah detik detik berpisahnya jasad dan ruh seorang mukmin dengan sangat istimewa: di tempat, waktu dan cara yang sangat mulia.
Almarhum disebut sudah memiliki firasat akan meninggal di tempat mulia itu. Saat persiapan berangkat umrah, kondisi kesehatannya memang tidak fit sehigga keluarga sempat mengkhawatirkannya.
“Biar lah jika menang saya harus meninggal di sana,” itu jawaban untuk kekhawatiran keluarga.
Ucapan yang bermakna doa itu dijabah Alloh SWT. Di saksikan tamu Alloh yang jumlah bahyaknya tak bisa disebut H Didin menghadap Ilahi dengan cara kematian yang sangat dirindukan setiap muslim. Disholatkan jamaah Masjidil Haram yang jumlahnya ratusan ribu.(uumsri/foto net)















