BANJARMASIN aktualkalsel.com–Amien Rais mengaku sangat mengagumi sosok Muhammad Natsir, Perdana Menteri ke 5 Indonesia. Sampai sampai keluarganya di rumah memasang beberapa foto mendiang tokoh nasional ini.
Di hadapan jamaah Sholat Magrib Masjid Al Jihad Banjarmasin Senin 20 Februari 2023, tokoh reformasi Indonesia ini juga menceritakan momen bagaimana Muhammad Natsir sebagai seorang pejabat negara yang sangat jujur.
“Ketika saya berusia 21 tahun bertemu dengan tokoh muslim sekaligus ulama Kalimantan Selatan (alm) H Gt Abdul Muis. Dari beliau diceritakan bagaimana keteguhan seorang Natsir menjunjung amanah tugas negara,” ujar mantan ketua MPR RI ini.
Ketika itu H Gt Abdul Muis ada keperluan dunia dakwah ke Jakarta dan kehabisan ongkos untuk pulang. Sebagai kenalan baik, dia mendatangi M Natsir di kantornya sebagai perdana menteri. Tujuannya pinjam uang untuk beli tiket pulang.
Apa yang dikatakan M Natsir kepada Gt Abdul Muis?
“Saya ini kan pegawai negara dan sekarang belum gajian jadi tidak bisa meminjamkan uang,” ini jawaban penolakannya. Tetapi M Natsir meminta Gt Abdul Muis mendatangi sebuah majalah dimana dia juga sebagai pimred nya untuk menunjam uang disana.
Ini, menurut Amien Rais, menunjukkan betapa M Natsir tidak ingin menyalahgunakan jabatannya. Momen berikutnya, menurut Amien Rais yang membuatnya semakin kagum adalah ketika Indonesia sangat memerlukan pinjaman luar negeri lalu Presiden Suharto melalui salah satu menteri kabinetnya meminta M Natsir untuk menjadi penghubung meminjam uang ke bank milik Rabithah Alam Islami yang bermarkas di Jeddah.
M Natsir yang kala itu sebagai presiden di organisasi yang disponsori Raja Saudi Raja Faisal tidak keberatan dengan alasan negerinya membutuhkan keuangan.
Menurut Amien Rais, untuk meminjam dana yang tidak sedikit M Natsir cukup mengangkat telepon dan bantuan pun disetujui.
“Karena apa? Sebabnya bukan hanya lantaran M Natsir kala itu sebagai presiden Rabithah Alam Islami tetapi juga karena terkenal disegani dengan amanah nya dalam bertugas.
Padahal, menurut Amien Rais, seorang M Natsir di era pemerintahan Suharto saat itu juga sempat dikucilkan dan pernah dipenjara di era Sukarno.
“Tetapi untuk kepentingan bangsa, beliau merasa terpanggil,” kata Amien Rais lagi tentang nilai Islami seorang M Natsir yang patut dicontoh.
Amien Rais malam itu menjadi penceramah tamu di Masjid Al Jihad Banjarmasin mengisi tausyiah bertema ‘Jihad dalam Islam’.(uumsri)




















