BANJARMASIN aktualkalsel.com-Pademi covid 19 mengikis pelan namun pasti usaha usaha ekonomi kecil termasuk jasa cuci dan setrika pakaian alias londry.
Hal tersebut diakui pengelola sejumlah gerai londry di Banjarmasin yang menyebut ikut ngos ngos-an untuk mempertahankan usahanya.
“Hampir dua tahun pandemi yang diiringi dengan beberapa kali kebijakan semi lockdown atau ppkm, dampaknya luar biasa berat bagi kami para tukang cuci dan setrika pakaian,” ujar Adi, salah seorang pengelola jasa ini, Kamis 14 Oktober 2021.

Bahkan, menurut dia, omzet turun terjun bebas hampir 65 persen pada puncak pandemi dan hingga kini masih belum mampu pulih.
“Kami terpaksa menutup satu gerai dan mengurangi karyawan hampir 50 persen. Ini sebenarnya sangat berat bagi kami kalau sudah sampai pada phk,” ujarnya lagi.
Faktanya, menurut dis, beberapa kali ppkm dan sejenisnya yang berlaku di Banjarmasin membuat kegiatan perkantoran dan sekolah hanya berlangsung 50 persen bahkan sempat stagnan. Padahal kegiatan masyarakat itulah yang menjadi pemicu konsumen londry hadir.
“Alhamdulillah terakhir akhir ini mulai terlihat geliat ramainya omzet tetapi masih jauh dari angka sebelum pandemi,” ujarnya.(uumsri)



















