TANAH BUMBU, aktualkalsel.com — Untuk pertama kalinya sejak kepemimpinanya yang kedua, Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar melakukan silaturahmi dan kunjungan kerja ke Desa Tamunih, dan Dadap, Kecamatan Teluk Kepayang, Sabtu ( 5/6/2021 ).
Didampingi Pj Sekda Ambo Sakka, anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu Hasanuddin dari PKB dan semua staf yang ada di lingkungan Pemkab Tanah Bumbu, sejak pagi Zairullah secara beriringan menuju lokasi pelosok perbatasan Kabupaten Tanah Bumbu – Kabupaten Banjar.
Kedua desa ini ( Dulunya wilayah Kecamatan Kusan Hulu, sebelum pemekaran ).
Tidak mudah menuju lokasi ini. Harus menempuh waktu beberapa jam dari Istana Anak Yatim Darul Azhar Batulicin, yang menjadi tempat kumpul sebelum berangkat ke kedua desa itu.
Selain itu, jalan yang berliku. Akses jalan masih sulit dilalui dengan baik maklum desa ini cukup lama menjadi terisolir.
Namun hal tersebut membuat Zairullah semakin semangat ingin bertemu masyarakat di sana, untuk mendapatkan informasi secara langsung dan apa yang menjadi keinginan mereka.
Dalam tatap muka dengan masyarakat Tamunih dan Dadap yang juga dihadiri Camat Teluk Kepayang Joni Suwarno, Zairullah banyak mendapat informasi mengenai sejumlah persoalan yang ada di kedua desa itu.
Masalah jalan, pendidikan, air bersih, dan tempat ibadah.
Menurut Kepala Desa Tamunih Taufik Haderani, jalan di desa itu kondisinya saat ini masih banyak belum mulus dan perlu pengerasan.
Di Desa Tamunih saat ini terdapat 99 KK, masyarakatnya dikenal dengan mata pencaharian sebagai petani ladang jika dilihat sisi pendidikan mungkin boleh dibilang teringgal karena di sini tidak ada sekolah dasar.
” Di desa ataupun, desa tetangga kami, desa Dadap, belum ada di sekolah pak Bupati,” ungkap Kepala Desa Tamunih Taufik Haderani pada Zairullah.
Hal inilah yang menjadi masalah bagi mereka untuk memberikan pendidikan layak kepada anak-anak mereka.
Selain itu, Taufik Haderani juga menyinggung soal lahan pertanian di desa ini.
Untuk mendapat tanaman padi yang subur, sebelum mereka menanam padi harus membakar lahan dulu dan itu dijadikan pupuk dan lebih baik kualitasnya dari pupuk benaran.

Hanya saja yang menjadi masalah mereka sekarang, masyarakat tidak berani lagi melakukan hal itu karena adanya larangan pemerintah tidak boleh membakar . Hal itu berkaitan dengan kebakaran hutan.
” Untuk itu, pak Bupati tolong kami diberikan izin untuk pembakaran hanya sebatas areal pertanian,” kata Taufik Haderani.
Kemudian, untuk mendapatkan air bersih, masyarakat di sini harus berjalan dua kilometer baru mendapatkannya.
Sementara itu, Kepala Desa Dadap Zukarnin mengatakan, juga menyampai persoalan yang sama.
Dia meminta Pemkab Tanah Bumbu membantu memperbaiki jalan sepanjang empat kilometer meter tembus ke dalam desa mereka.
Mengingat, masyarakat desa Dadap yang berjumlah 66 KK sangat memerlukan jalan itu.
Menanggapi apa yang disampaikan dua kelapa desa, Kecamatan Teluk Kepayang, Zairullah siap merealisasikannya secara bertahap.
Untuk pembakaran lahan sebelum ditanami padi, jelas Zairullah, mungkin nantinya diberikan izin khusus. Karena semua ini semata-mata untuk kepentingan masyarakat petani.
Soalnya, hingga saat ini berdasarkan peraturan pemerintah yang ada, tidak boleh melakukan pembakaran lahan mengantisipasi kebakaran hutan. Dan apabila itu dilakukan, maka sanksinya pidana.
Soal tempat pendidikan yang ada, Zairullah masih memikirkan apakah di lokasi ini untuk sementara akan dibangun sekolah darurat dulu, dan tenaga pengajarnya perlu dipersiapkan. SKR/Edwan.




















