PELAIHARI, aktualkalsel.com —
Masyakat Kabupaten Tanah Laut “geger” dalam beberapa hari terakhir ini, karena melihat beredarnya foto seseorang pengendara roda dua mirip Bupati Tanah Laut Sukamta di jembatan darurat di Pabahanan, Pelaihari.
Foto itu diunggah pemilik akun Rindu Baitullah di grup Facebook ternama Tala disertai caption: masya Allah tabarakallah Bupati ulun dengan kesederhanaan sidin, pasti banyak yang kada pinandu ni. (masyma Allah tabarakallah bupati saya dengan kesederhanaan beliau, pasti banyak yang tidak tahu mengenai ini).
Sukamta yang dihubungi aktualkalsel.com lewat handphone selulernya, Minggu ( 7/3/2021 ), sore, yang ingin menanyakan apakah foto itu memang dirinya mendapat jawaban pasti.
” Betul, itu memang saya lagi naik sepeda motor, melihat kondisi jalan alternatif Atilam – desa Kunyit yang selama ini menjadi alternatif, menuju Tanah Bumbu ataupun menuju Peleihari,” katanya.
Seperi yang ditulis Banjarmasinpost.co.id, ada dua foto yang diunggah, posisinya sama yakni membelakangi karena sepertinya difoto secara diam-diam (candid) dari belakang.
Pada foto itu, terlihat Sukamta mengenakan kaus olahraga legan pendek bercorak hitam merah yang pada bagian punggung bergambar kepala kijang dengan tanduk panjang.
Bagian atas bertulis Tanah Laut.
Mengenakan celana kain warna hitam dan bersendal jepit.
Bagian bawah kaus dimasukkan ke celana yang merupakan ciri khas berbusana Sukamta.

Ia menggunakan helem bercorak hitam menaiki kendaraan jenis Suzuki Shogun bernopol DA 4825 LO, buatan tahun 2008, yang merupakan miliknya pribadi.
” Selain melihat jalan alternatif, saya juga melihat sepak bola,” katanya.
Tak pelak, warganet pun heboh dan foto tersebut telah beberapa kali dibagikan.
Sukamta naik sepeda motor hingga sekarang masih ramai menjadi pembicaraan di warung-warung pinggiran.
“Pak Kamta memang begitu, sejak dulu hobi blusukan sendirian. Pakai pakaian sederhana layaknya pakaian wong ndeso,” ucap Hasnan, warga Pelaihari, saat ngobrol dengan beberapa orang di warung kecil di Angsau, Minggu (7/3/2021).
Di kolom komentar pada grup Facebook itu pun, umumnya menyuarakan rasa salut serta doa.
Wow aku bangga awn sidin…aku kelhiran d kinyap,sekarang diam d tabalong tulis pemilik akun Dahliana Dahlia. Mudahan sehat selalu pa, Aamiin, tulis pemilik akun Bini Anum.
Lalu pemilik akun Subli Yani menulis: Beliau memang suka kesederhanaan. Ketika ssya mengadakan acara resepsi pernikahan anak saya di Gunung Makmur, saya cuman SMS ssja satu hari sebelum acata. Beliau merspon. Dan besoknya beliau hadir.
Orang nomor satu di Bumi Tuntung Pandang ini menuturkan kaus yang ia kenakan itu adalah kaos Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Tanahlaut.
Baginya, blusukan sendirian dan berbusana sederhana layaknya pakaian wong ndeso adalah hal biasa.
Dirinya juga berasal dari kalangan rakyat biasa. ” Dan hanya kebetulan menjabat bupati. Bupati itu pelayan masyarakat jadi seharusnya berusaha melayani masyarakat dengan sebaik- baiknya,” ungkap Sukamta.
Sukamta mengaku senang blusukan sendirian karena bisa leluasa bergerak tanpa protokoler sambil berinteraksi dengan warga.
“Saya lakukan itu ketika ada waktu kosong (sengang),” tandasnya.
Sholat Jumat pun dirinya lebih sering hanya berkendara karena lebih fleksibel bergerak dan lebih cepat.
“Malam juga biasanya saya mengecek PJU ya pakai sepeda motor Shogun itu,” sebut Sukamta.
Pernah juga dirinya ketika berkendara dan mengisi bahan bakar (BBM) di SPBU disapa paman oleh operator setempat.
“Berapa paman belinya. Saya jawab saja, full mas,” kutip Sukamta.
Beberapa tahun lalu Sukamta juga menjadi pembicaraan warga ketika beredar berita disertai fotonya memanggul kayu galam dari hutan di wilayah Kecamatan Panyipatan.
Kala itu ia ikut gotong royong bersama warga setempat mencari kayu galam untuk material tambahan pembangunan pondok pesantren.
Penampilannya sama persis dengan petani setempat yang terbalut pakaian lusuh dan kotor karena keluar masuk hutan.
Kala itu, Sukamta masih menjabat wakil bupati.
Sementara itu, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Tanah Laut Irma Rosanti, M.Ikom, Sukamta memang bupati yang “nyleneh”.
Ajudannya, cerita Irma Rosanti, sering kecolongan, sebab lengah sedikit saja, bupati mereka hilang dari pandangan, dan tiba-tiba naik sepeda motornya melayat warganya yang meninggal.
” Dari dulu, hingga sekarang beliau tetap sederhana. Dimata staf, Pak Sukamta berpenampilan dan berkomunikasi seperti bukan bupati saja,” demikian Irma Rosanti. Yusuf/Banjarmasinpost.co.id/SKR




















