BANJARMASIN aktualkalsel.com—Ari, remaja asal Kecamatan Gedangan, Malang ini tidak bisa menutupi rasa duka cita mendalamnya ketika mengetahui dua rekannya Filla dan Jefri ikut menjadi korban meninggal di tragedi Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu 1 Oktober 2022 itu.
Menurut pemuda ini, Filla dan Jefri merupakan dua sahabat karib dan sama sama merupakan fans fanatik Arema Malang. Keduanya nyaris tak melewatkan setiap ada tanding kesebelasan favorit mereka di stadion itu.
“Sehari sebelum pertandingan Filla menghubungi saya mengajak ikutan nonton tanding Arema vs Persebaya, tetapi uang saya tidak sampai Rp100 ribu sehingga tidak cukup untuk beli karcis,” cerita Ari seperti dikutip di laman detiknews.com.
“Andai uang saya cukup pastilah saya ikut nonton di stadion itu dan juga jadi korban,” ujar pemuda itu lagi.
Kepergian Filla dan Jefri juga menjadi dua teramat mendalam bagi keluarga keduanya serta teman kerabat yang ikut menghantarkan ke pemakaman Minggu 2 Oktobet 2022 itu.
Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang tempat tanding Arema Malang vs Persebaya pada Sabtu 1 Oktober itu sampai Minggu 2 Oktober 2022 tercatat sebagai terburuk kedua dalam sejarah persepakbolaan dunia dimana sebanyak 174 penonton yang meninggal dunia akibat rusuh yang disulut kekecewaan pendukung Arema setelah kalah telak atas Persebaya. Tragedi kemanusiaan itu diperparah dengan ‘bombardir’ semprotan gas air mata oleh aparat kepolisian sehingga dalam kondisi sesak nafas ribuan penonton tak mampu bertahan berdesak desakan ketika mencoba keluar dari stadion karena seluruh pintu penuh sesak , berjejal jejalan.(uumsri/foto bola.com)




















