Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut rencana investasi besar dari Federasi Industri Korea Selatan. Investasi senilai US$ 1,7 miliar atau sekitar Rp 30 triliun ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Airlangga dengan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
Dalam unggahan Instagram resminya, @airlanggahartarto_official, Airlangga menjelaskan bahwa delegasi Federasi Industri Korea (Federation of Korean Industries/FKI) datang langsung ke Kantor Kemenko Perekonomian. Dalam pertemuan tersebut, berbagai perusahaan Korea menyampaikan niatnya untuk memperluas bisnis di Indonesia.
Salah satu perusahaan besar yang terlibat adalah Lotte Chemicals. Perusahaan ini mengajak Indonesia untuk berpartisipasi dalam proyek pabrik petrokimia milking. Selain itu, perusahaan baja POSCO juga akan melanjutkan kemitraan strategis dengan Krakatau Steel.

Tak hanya itu, KCC Glass yang sebelumnya berinvestasi di KEK Batang, juga akan melakukan ekspansi. Sementara itu, EcoPro yang bergerak di bidang prekursor dan nickel smelter, menyiapkan dana hampir US$ 500 juta untuk pengembangan di Morowali.
Perusahaan lain seperti LX International, yang aktif di sektor batubara, nikel, dan perkebunan, berencana melanjutkan investasinya hingga US$ 500 juta. Selain itu, sejumlah perusahaan Korea di sektor pertahanan dan kesehatan turut menyatakan komitmennya untuk menanamkan modal di Indonesia.
Airlangga menegaskan bahwa pemerintah Indonesia menyambut baik seluruh inisiatif ini. “Rencana investasi dari Korea Selatan ini diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional dan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan kondisi global yang tidak menentu, kerja sama ekonomi seperti ini menjadi krusial. Investasi dari Korea Selatan menjadi bukti kepercayaan investor asing terhadap potensi Indonesia. Pemerintah pun siap memfasilitasi agar proses realisasi berjalan lancar. Edwan















