Amazon Web Services (AWS) memastikan akan terus menanamkan investasi besar di Indonesia. Meskipun Amerika Serikat tengah menerapkan tarif tinggi, Amazon tetap berkomitmen melanjutkan investasinya senilai Rp 84,3 triliun. Fokusnya adalah membangun infrastruktur cloud dan ekosistem digital yang lebih kuat.
Komitmen Investasi yang Kuat
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu langsung dengan pimpinan Amazon Group. Dalam pertemuan tersebut, AWS menyatakan kesiapannya menanamkan dana sebesar US$ 5 miliar atau sekitar Rp 84,3 triliun. Dana ini akan digunakan untuk memperluas layanan cloud computing di Indonesia.
Lebih lanjut, Amazon juga tertarik mendukung pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hal ini menjadi bukti bahwa Indonesia dianggap sebagai pasar strategis di Asia Tenggara.
Pemerintah Lakukan Negosiasi Tarif
Sementara itu, pemerintah Indonesia sedang melakukan negosiasi terkait kebijakan tarif ekspor yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump. Tarif tersebut mencapai 32% dan dinilai dapat mengganggu arus investasi. Oleh karena itu, Airlangga memimpin delegasi untuk membahas dampaknya.
Di sela negosiasi, ia menyempatkan diri bertemu dengan pihak Amazon. Hasilnya cukup menggembirakan, karena Amazon tetap melanjutkan rencananya.
Fokus pada Pengembangan Digital Lokal
Dalam diskusi tersebut, Airlangga juga meminta Amazon untuk membantu penguatan sumber daya manusia dan perusahaan lokal. Permintaan ini disambut positif oleh AWS. Mereka menyatakan siap membangun pusat pelatihan dan membantu peningkatan kualitas tenaga kerja digital.
Tak hanya itu, pemerintah juga meminta dukungan dalam hal keamanan siber dan standar layanan teknologi. Hal ini penting agar pertumbuhan digital nasional berjalan aman dan berkelanjutan.
Investasi Amazon Dorong Masa Depan Digital Indonesia
Melalui investasi ini, Indonesia akan memperoleh manfaat besar. Ekosistem digital yang inklusif akan membuka banyak lapangan kerja dan memperkuat posisi Indonesia di sektor teknologi. Dengan dukungan dari Amazon, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat teknologi baru di Asia. Edwan
sumber/detik.com




















