BANJARMASIN aktualkalsel.com–Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Kalsel DR Hj Mariani MH menekankan organisasi yang dipimpinnya selalu konsen dengan misi yaitu berpartisipasi aktif dalam upaya mensejahterakan perempuan dan anak.
Hal itu disampaikannya di hadapan jajaran pengurus ketika membuka Rapat Kerja Puspa Kalsel Selasa 30 April 2024 di Hotel Rodheta Banjarmasin. Raker menyusun sejumlah kegiatan yang mendorong tercapainya misi Puspa tersebut.
“Ada pelatihan keterampilan berbasis pemberdayaan ekonomi keluarga untuk ibu rumahtangga serta sosialisasi pencegahan perkawinan anak dan mempekerjakan anak,” ujar DR Mariani yang juga dosen IAIN Antasari Banjarmasin tersebut.
Dikatakannya, melalui program kerja ini, Forum Puspa Kalsel ingin bisa terwujud adanya pemahaman di kalangan orangtua setiap keluarga bahwa ada hak hak anak yang harus dijaga yaitu bisa menikmati pendidikan dan kesehatan mendasar.
Dua hak ini, ujar Mariani, sangat rentan terenggut ketika anak anak sudah masuk dalam dunia kerja dan perkawinan anak.
“Dunia kerja itu jelas bukan ranahnya anak anak,” tandasnya.
Diakuinya, fenomena pekerja anak dan perkawinan anak biasanya terjadi akibat faktor ekonomi sukit di keluarga. Sehingga orangtua menganggap dua hal tadi sebagai solusinya.
“Kita juga sadar betul dua fenomena itu adalah persoalan besar dan serius yang dihadaoi penerintah, pun Forum Puspa tidak mungkin bisa mengatasinya namun setidaknya sudah ambil bagian ajtif untuk mengakhiri persoalan tersebut,” jelas dia.
Sebelum raker, pengurus Forum Puspa Kalsel dibekali dengan pengetahuan tentang perkoperasian oleh Julian Noktah dari Dinas Koperasi Kalsel. Pada 2924 Forum Puspa Kalsel sudah membentuk prakoperasi .
Forum Puspa Kalsel, merupakan perubahan dari Forum Komunikasi Wilayah (Forkomwil) Partisipasi Publik untuk Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalsel. Perubahan ini sejak Desember 2022 yang ditandai dengan terbitnya SK Gubernur Kalsel tentang pembentukan pengurus yang diketuai DR Hj Mariani hungga 2026. Kalau sebelumnya ada kata ‘pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, di Forum Puspa ini lebih tajam ke soal pencapaian kesejahteraa. perempuan dan anak..(uumsri)
















