BANJARMASIN aktualkalsel.com–Jumat 9 November 1945 sembulan pejuang asal Kota Banjarmasin gugur dalam kontak fisik dengan tentara Belanda. Zona perjuangan para pahlawan ini kini menjadi kawasan perkantoran sejumlah instansi milik pemerintah pusat yang tidak masuk otonomi daerah: namanya Jl DI Panjaitan.
Monumen sederhana dari marmer hitam setinggi bahu orang dewasa hadir bertuliskan nama sembilan pahlawan tersebut. Nampak nyempil di satu titik halaman milik Kementrian Keuangan RI. Dan, setiap 9 November ada upacara mengenang peristiwa heroik tersebut. Dari monumen di Jl DI Panjaitan ini, peserta upacara yang biasanya dipimpin walikota, akan berlanjut ke lokasi monumen yang lebih besar di kawasan Banua Anyar, Banjarmasin Timur.
Boleh jadi, warga Banjarmasin yang setiap hari melintasi Jl DI Panjaitan ini tidak menyadari, inilah kawasan bersejarah, tumpahnya darah para pejuang daerah ini. Dari monumen marmer hitam berjarak beberapa meter yang dipisahkan sungai kecil, terdapat rumah milik pejuang M Amin (alm). Disinilah para pahlawan mengadakan rapat, menyusun strategi menghadapi penjajah Belanda.
Kini rumah milik M Amin (alm) sudah tidak utuh lagi. Lokasinya tepat di seberang Kantor Perdagangan Kalsel dan menjadi kantor terakhir milik pemerintah pusat di Jl DI Panjaitan ujung arah utaranya. Berdampingan dengan Kantor Surat Kabar Kalimantan Pos.
Mari kita spil fasilitas pemerintah apa saja yang ada di jalan yang dulunya bernama Jl Jawa tersebut:
Dari ujung selatan ada Markas Korem 101/Antasari, kompleks ini diapit sebuah gereja dan seminari. Di seberang jalannya ada Gedung Djok Mentaya kantor Banjarmasin Post, sejajar ada kantor bagian keuangan milik Polda Kalsel plus gedung bertingkat yang jadi tahanan para kriminal narkoba, ada Kanwil Departemen Agama, satu gereja ditutup Kantor Anggaran.
Di seberang jalan kecil bernama Jl Tarakan ada kantor Kejaksaan Tinggi, berdampingan dengan Kantor Pengadilan Negeri Banjarmasin lalu Mapolresta Banjarmasin.
Yang menarik di seberang deretan kantor ini kini tengah bersolek satu bangunan yang diperkirakan tertinggi di Kalimantan yaitu Tugu Nol kilometer yabg akan menjadi ikon baru Jota Banjarmasin khususnya dan Kalimantan Selatan umumnya.(uumsri)




















