TANAH BUMBU, aktualkalsel.com – Pagi ini sejumlah pekerja masih memberesi sebagian sisa bekas bangunan MTQ XVII tingkat Kabupaten Tanah Bumbu untuk dibongkar. MTQ, digelar di halaman Masjid Darul Azhar Nurussalam dari tanggal 27-31 Januari lalu.
Sementara itu, pagi-pagi sekali Acil Halida, yang lebih dikenal dengan panggilan Mama Janah mengangkat sejumlah gorengan untuk ditaroh di lapaknya, tempat berjualan selama ini setiap hari.
Sedangkan sang suami, Samlan, membersihkan tempat jualan sambil membuang sampah bekas jualan tadi malam.
” Alhamdulillah, setelah pak Zairullah Azhar menang pilkada, dan MTQ tadi, jualan sedikit laris manis dibanding hari-hari sebelumnya,” kata Mama Janah kepada aktualkalsel.com, Rabu ( 3/2/2021 ).
Mama Janah menceritakan, setelah ditinggal Zairullah kurang lebih 10 tahun yang lalu kondisi di daerah ini sunyi. Ibaratnya, kosong melompong. Mereka berjualan sekadarnya. ” Kami berjualan berlarut banyu saja,” tambah suaminya, Samlan.
Namun setelah kembali ke Tanah Bumbu, kata Mama Janah, jualan mereka kembali bergairah. Tempat warung Mama Janah dengan Istana Anak Yatim di Jl. Batu Benawa, Desa Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, hanya ditempuh dalam beberapa meter saja.

” Dari warung saya, ke istana atau sebaliknya hanya ditempuh dalam beberapa meter,” kata Mama Janah.
Salah satu sebab jualan kembali lumayan karena sekarang ini banyak yang berkunjunglah di istana anak yatim.
Bahkan dari informasi didengar Mama Janah, mereka yang tinggal di istana sekarang ini cukup banyak dibanding dulu. ” Beda dengan dahulu, sepi hampir tidak ada orang yang datang,” katanya.
Selama MTQ XVII berlangsung, Mama Janah, menutup warungnya hingga pukul 03.00 dinihari. ” Kalau saya tutup, kasihan pekerja -pekerja itu, yang selama MTQ makan mie rebus, dan gorengan di tempat saya,” katanya.
Mama Janah juga mengatakan, warungnya sering dijadikan tempat kumpulnya wartawan selama kegiatan MTQ XVII Kabupaten Tanah Bumbu berlangsung. Edwan




















