TANAH BUMBU, aktualkalsel.com — Wakil Bupati Kabupaten Tanah Bumbu Muhammad Rusli melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pondok pesantren Salafiyah Darul Istiqomah yang berlokasi di Jalan Transmigrasi Km 8 desa Sarigadung, Kecamatam Simpang Empat, Sabtu (17/4/2021) petang.
Ditargetkan Juli mendatang pondok pesantren (Pontren) ini beroperasi dengan daya tampung hingga ribuan santri.
Kehadiran pusat belajar ini diharapkan akan mencetak generasi Bumi Bersujud yang berkualitas dan berkarakter islami, dalam menopang impian Tanah Bumbu menjadi kawasan Serambi Madinah.
Peletakan batu pertama oleh Muhammad Rusli didampingi pembina Yayasan Darul Istiqomah, Habib Abdurrahman Alaydrus.
Dilahan seluas dua hektar pada tahap pertama akan dibangun 13 bangunan yang diperuntukkan untuk gedung utama Pondok Pesantren, uula Serba Guna yang diberi nama Zairulllah Azhar, lokal belajar, asrama santri dan sarana penunjang lainnya.

Muhammad Rusli mengapresiasi pembangunan lembaga pendidikan Islam ini. Menurutnya kehadiran pusat belajar agama ini akan membantu pemerintah daerah dalam memberikan layanan akses pendidikan alternatif bagi masyarakat setempat.
“Diharapkan keberadaan ponpes ini akan mencetak generasi Bumi Bersujud yang berkualitas dan berkarakter islami,” kata Rusli.
Terkait dengan pembangunan ini, Rusli akan mengkoordinasikannya kordinasikana dengan pemerintah daerah guna kelancaran realisasi fisiknya.
“Saya bangga dengan pembangunan pondok pesantren Salafiyah Darul Istiqomah ini. Apalagi sejumlah kerangka bangunan sebagian sudah berdiri, nanti kita koordinasikan dengan pihak terkait agar bisa membantu kelancarannya,” harapnya.
Wakil juga menyebut pondok pesantren adalah tempat lahir dan mencetak para ulama besar.
Oleh karena itu, dengan adanya Darul Istiqomah pula, akan lahir para ulama Tanah Bumbu yang handal yang sekaligus untuk mewujudkan program pemerintah daerah menuju kabupaten Serambi Madinah.
Sementara pembina sekaligus pengasuh Yayasan Darul Istiqomah habib Abdurrahman Alaydrus, mengatakan, targetnya pusat pendidikan agama ini mampu menampung sekitar 2.000 santri putra-putri.
“Namun untuk tahap awal yang direncanakan beroperasi Juli mendatang, kami baru bisa menerima peserta didik sekitar 200 orang,” jelasnya.
Terkait jumlah tenaga pengajar yang disiapkan, Habib Abdurrahman menyebutkan ada sebanyak 43 orang.
“SDM pengajar kami sudah siapkan,” tandasnya.
Usai meresmikan dimulainya pembangunan fisik pondok pesantren, dalam kesempatan itu wakil bupati Muhammad Rusli berkesempatan menggelar buka puasa bersama dengan para pengurus dan pengasuh yayasan. Edwan




















