BANJARMASIN aktualkalsel.com–Jamaah umroh atau haji asal Kalimantan Selatan, khususnya hulu sungai, akrab dengan pedagang yang satu ini: Arif Madinah. Dia berjualan anek pakaian khas Arab sebagai oleh oleh. Di sebuah toko yang letaknya sebenarnya tidak terlalu strategis. Bahkan untuk menemukan konternya bagi pemula cukup kerepotan.
“Jangan betakun lawan pedagang lain, telpon za ulun kena lon datangi piyen,” ujar Arif di satu tayangan tik tok.
Maksudnya, kalau itersesat mencari tokonya atau kesulitan tetapi sudah di pasar itu telepon saja dia, jangan bertanya dengan pedagang lain di sana, sebab pedagang lain itu bisa membelokan ke dagangannya sendiri.
Bukan hanya di kalangsn jamaah asal hulu sungai, jamaah dari Banjarmasin pun banyak yang menjadikan toko ‘arif madinah’ ini sebagai tujuan membeli oleh oleh. Keistimewaan Arif dia sangat fasih berbahasa Banjar dengan cengkok hulu sungai. Kepada pembelinya yang dari Hulu Sungai dia mengaku sebagai asal Alabiu.
“Ulun asal halabiu tunpang,” ujarnya.
Tentu saja pembeli tak percaya sebab sosok Arif adalah Arab seratus persen. Ketika didesak Halabiu nya dimana, dia berkilah di Amuntai. Walau tak begitu meyakinkan, nanun tetap saja jamaah asal Kalimantan Selatan mengidolakannya sebagai pedagang. Hampir semua pembeli nya akan menggunakan kesempatan untuk membuat kenang kenangan dengan membuat video singkat lalu di share ke tik tok masing. Dengan demikian Arif Madinah semakin viral.
Mendengarkan tutur dan cengkoknya dalam berbahasa Banjar aksen hulu sungai membuat banyak orang kagum. Sebab kata kata yang diucapkannya khas hulu sungai yang kalau orang Banjarmasin saja tak menggunakannya.
Di satu tayangan tik tok, terungkap ternyata Arif belajar Bahasa Banjar dari seorang TKW asal Hulu Sungai. Berapa lama waktu belajar hingga fasih demikian?
“Lima enam tahun lo,” katanya.
Kini sosok Arif Madinah bertebaran di tik tok yang dibuat jamaah asal Kalimantan Selatan ini.
“Arif ini viral, viral,” ujar satu jamaah perempuan.(uumsri/foto net)




















