BANJARMASIN aktialkalsel.com–Ramadhan merupakan Bulan Suci di dalamnya penuh keberkahan dan kemuliaan serta pengamounan dari Alloh SWT yang disediakan untuk hamba hamba Nya yang menganggap ini sebagai 30 yang istimewa.
Bulan, yang diuraikan Ustad H Sulikan Sariyun Lc, sebagai momen untuk muslimin menyibukan hari harinya dengan meningkatkan ibadah baik wajib dan sunnah.
“Jangan sampai kita menganggap Ramadhan itu bulan biasa biasa saja. Jangan sampai,” demikian kutipan sebagian dari kultum Ramadhan yang disampaikannya di hadaoan jamaah Sholat Tarawih perdana di Ramadhan 1445 Minggu 10 Maret 2024 di Masjid Al Jihad Banjarmasin.
Bila kita menganggap Ramadhan sama seperti bulan lainnya, maka menurut ulama di Banjarmasin ini hanya kerugian besar yang didapat.
“Kita hanya mendapat rasa lapar dan haus sebagaimana orang biasa menahan lapar dan haus di hari hari biasa pula,” ujarnya mengutip Hadis Buchary.
Bahkan, menurutnya, orang yang menganggap Ramadhan sebagai momen yang biasa biasa saja itu, termasuk dari lima golongan yang merugi di Bulan Suci ini.
Dia kemudian menguraikan lima golongan lainnya yang merugi di Ramadhan ini antara lain adalah orang yang tiba tiba berubah alim hanya di Bulan Ramadhan, namun setelah Ramadhan berlalu dia kembali ke kebiasaan maksiat dan kemungkaran terhadap Alloh SWT.
Golongan berikutnya adalah mereka yang hanya menahan haus dan lapar. Dia tidak merasa bersalah ketika melakukan hal hal tercela sepwrti memfitnah, gunji g serta perbuatan tercela lainnya selama Ramadhan.
“Kemudian orang yang melakukan hal sia sia. Seperti menghabiskan waktu siang harinya dengan tidur sedangkan malam untuk bergadang. Tidak mengisinga dengan ibadah dan amal saleh,” jelas ulama ini.(uumsri/foto net)















