BANJARMASIN aktualkalsel.com—Ini pengalaman suka cita yang dirasakan pria Indonesia yang bekerja sebagai memandu jamaah umroh atau haji di Mekkah.
Dia, mengaku tak mampu mengutarakan rasa haru birunya dalam kata kata.
“Hanya mereka yang mengalami keharuan di Masjidil Haram ini yang bisa merasakan apa yang saya rasakan saat itu,” ujar pria bernama Kurdi di youtube Kang Arlan yang awal tayang Senin 25 Oktober 2021.
Kurdi mengaku merasa masih tak percaya dengan suasana Masjidil Haram sekarang ini, nyaris normal seperti sebelum covid hampir dua tahun lalu. Jamaah membludak dan suasana ibadah serta itikaf sudah membahana kembali.
Tetapi dari sederet keharuan yang dirasakannya di Masjidil Haram setelah tidak diberlakukan lagi jaga jarak, ada yang paling membuatnya nyesek.
“Seandainya air mata ini bisa menjadi darah, maka itulah yang keluar dari mataku ini. Sangat haru bercampur aneka rasa,” ujarnya.
Itu menurutnya, ketika pada dua hari setelah Masjidil Haram kembali memberlakukan sholat berjamaah dengan shaf rapat dan keluar masuk sudah tidak melalui pemeriksaan lagi, Kurdi menyerahkan Alquran amanah jamaah dari Indonesia yang beribadah umroh tepat sebelum kota suci ini ditutup karena covid.
“Amanah jamaah kita terpaksa tertunda hampir dua tahun. Beberapa Alquran dititipkannya pada saya untuk ditaruh di rak Alquran. Baru ini bisa terlaksana amanah itu,” ujarnya.
Sejak Minggu 17 Oktober 2021 Masjidil Haram sudah kembali dibanjiri jamaah, bahkan ada yang tanpa menggunskan masker. Rata rata jamaah memanjatkan doa dengan penuh khusyuksebagai rasa syukur bisa beribadah lagi seperti sebelum covid.(uumsri)




















