BATULICIN, aktualkalsel.com -Bersilaturahmi dengan warga Desa Maju Mulio, dan Mentawakan Mulia, Kecamatan Mentewe, calon bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar sedikit curhat mengenai sejumlah tudingan miring kepada dirinya, Minggu (4/10/2020 ).
Jelang pilkada , ungkap Zairullah, dia dituding sebagai perusak lingkungan, hanya satu sampai dua tahun berhenti menjadi bupati, dan membuldoser tanah masyarakat jika terpilih nanti.
” Ulun padahkan wan pian berataan, semua tudingan itu tidak benar,” ungkap anggota DPR-RI dua periode itu.
Selain itu, kata Zairullah, juga ada ajakan jangan memilih dirinya karena sudah tua.
Soal tudingan merusak lingkungan, hal tersebut sangat tidak masuk akal. Selama jadi bupati Zairullah tidak menambang di daerah yang dipimpinnya.
” Saya tidak pernah menambang, di daerah yang saya pimpin, lalu apa dasarnya menuduh saya perusak lingkungan,” tegas Zairullah.
Jika ingin kaya raya, seperti pejabat bupati penggantinya, tegas Zairullah, tentunya dia akan menjadi bupati terkaya se Indonesia.
” Saya jadi bupati untuk melayani masyarakat, tidak menggunakan jabatan mengeruk keuntungan pribadi, sebagai pengusaha,” katanya.
Sebagai bupati, jelas Zairullah, dia membenarkan benarkan punya wewenang mengeluarkan izin KP kala itu.
Dan dari KP yang dikeluarkan, ada pengusaha yang sekarang sudah kaya raya, dan pernah menjabat di daerah ini.
Kembali menegaskan soal tudingan pengrusak lingkungan, Zairullah selama menjadi bupati tidak pernah membikin stockpile batu bara di atas terumbu karang yang semestinya dilindungi.
Sekarang masyarakat Tanah bumbu banyak miskin karena pekerjaan dimonopoli oleh satu orang.
” Kalau pengusaha benaran itu bagus, tapi ini pekerjaan dimonopoli oleh seorang, tidak hanya sebagai pengusaha tapi juga penguasa daerah ini sebelumnya,” tegas Zairullah.
Sementara Sudian Noor, Ketua PAN Kabupaten Tanah Bumbu. mengungkapkan, selama jadi bupati Zairullah tidak pernah mengeruk keuntungan pribadi. Beda dengan yang lainnya. SKR/Edwan




















