TANAH BUMBU, aktualkalsel.com — Baberapa bulan terahir, harga pupuk kimia non subsidi di toko pertanian Kabupaten Tanah Bumbu mencapai Rp800 ribu/karung.
“Sejak Januari 2022 semua jenis pupuk harganya naik hingga 100 persen,” kata salah satu karyawan Toko Delta Makmur Santosa di Jalan Plajau Kecamatan Simpang Empat, Ramil di Batulicin Sabtu.
Naiknya harga tersebut diperkirakan langkanya bahan baku yang didatangkan dari Negara Cina selanjutnya diolah di Indonesia menjadi pupuk dan herbisida.
Dikatan Ramil, harga pupuk urea awalnya Rp300.000/karung naik 100 persen menjadi Rp600.000/karung, pupuk NPK mutiara awalnya Rp500.000/karung naik 60 persen manjadi Rp800.000/karung dan pupuk KCL dari harga Rp350.000 naik Rp300.000 menjadi Rp650.000/karung.
Jenis herbisida harganya juga naik hingga 100 persen. Merek roundup awalnya Rp75.000/liter naik Rp60.000 menjadi Rp135.000/liter, gramoxone awalnya Rp70.000/liter kini mencapai Rp105.000/liter.
Seperti dikutip Antara, berbeda dengan harga bibit sayur mayur, hingg saat ini tidak ada kenaikan ataupun penurunan harga.
Harga bibit cabai hingga saat ini masih satabil Rp35.000/bungkus, bibit sawi Rp20.000/bungkus, bibit kacang panjang Rp15.000 isi setengah ons.
Menurut dia, naiknya harga pupuk juga berdampak terhadap pendapat dari usaha tersebut. rata-rata omset yang didapat mencapai Rp40 juta/hari kini turun Rp50 persen menjadi Rp20 juta/hari karena sepi pembeli.
Ramil berharap ada peran dari pemerintah agar harga pupuk di Tanah Bumbu tetap stabil. Pihak toko tidak mungkin menurunkan harga sedangkan harga dari distributor sudah naik, jadi secara terpaksa harga jual juga dinaikan agar tidak rugi
“Namun yang menjadi korban adalah petani, penghasilan dari pertanian tidak menentu namun harga pupuk terus meningkat,” pungkasnya. ant/edwan



















