BANJARMASIN aktualkalsel.com—Takbiran yang dikumandangkan muslimin seluruh dunia menyambut lebaran sudah ada sejak masa para sahabat Rasulullah.
Adalah dua sahabat beliau yang secara bersahaja dan tidak sengaja melahirkan ide yang kemudian abadi di kalangan muslimin.
“Dua orang sahabat Rasululah itu adalah Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar,” ujar Ustadz Riza Rahman ketika menyampaikan hikmah puasa Arafah di hadapan jemaah sholat Magrib Masjid Al Jihad Banjarmasin, Senin 19 Juli 2021.
Ide atau gagasan, yang menurut ulama di Banjarmasin ini lahir dari rasa kecintaan terhadap Rasulullah dan ajaran yang disampaikan yaitu Islam khususnya dalam mengamalkan zikir zikir terbaik.
Kala itu menjelang lebaran, Abu Hurairah da Abdulah bin Umar mengajak umat untuk memperbanyak mengingat Alloh melalui lafaz zikir zikir terbaik.
Agar sasaran bisa sebanyak mungkin muslimin yang mendengar ajakan itu, maka mereka memilih pasar di Madinah untuk siar ini.
Melangkah lah keduanya ke dalam pasar sambil melafazkan : Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd.
“Ternyata seruan agung ini mendapat respons luar biasa di kalangan pedagang dan pengunjung pasar. Semuanya ikut menyeruakan zikir terbaik tersebut sehingga berkumandang sangat merdu,” ujar Ustadz Riza Rahman.
Ide inipun, menurutnya, tidak ada mendapat penolakan dari kalangan sahabat.
“Inilah kemudin kita mengumandangkan takbiran dengan cara ada yang memimpinnya,” jelasnya lagi.
Dala sejarah Islam, Abu Hurairah dikenal sebagai sahabat Rasulullah yang paling banyak meriwayatkan hadis. Sedangkan Abdullah bin Umar adalah putra Khalifah Umar bin Khatab juga meriwayatkan yaitu 2.630 hadis atau jumlah terbanyak kedua setelah Abu Hurairah.
Dia mengikuti Rasulullah sejak remaja dan pernah menemani sang ayah ketika Perang Badar. Suatu hari setelah itu dia minta izin untuk berada di baris terdepan dalam peperangan namun ditolak Rasulullah karena usianya masih muda. (uumri)




















