BANJARMASIN aktuakalsel.com—Inilah ayat yang menjelaskan tentang sistem edar matahari, bumi dan bulan dengan bahasa sangat indah, puitis.
Ayat 40 di Surah Yasiin itu pula yang dikutip Ustad Masudi HS ketika menyampaikan khutbah Sholat Gerhana atau Sholat Khusuf bada Magrib di Masjid Al Jihad Banjarmasin Selasa 8 November 2022 malam.
Di hadapan jamaah Sholat Khusuf yang membludak di masjid itu, Ustad Masudi menyebutkan gerhana adalah tanda tanda kebesaran Alloh seperti dijelaskan dalam Alquran. Tidak ada kaitannya dengan kematian seperti dipercaya era jahiliyah.
Lasy-syamsu yambagī lahā an tudrikal-qamara wa lal-lailu sābiqun-nahār, wa kullun fī falakiy yasbaḥụn
“Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya,” ujar ulama di Banjarmasin itu.
Pada setiap gerhana itulah, menurut dia, apakah gerhana bulan atau matahari, Rasulullah mengajarkan pada umatnya untuk melakukan tiga hal yaitu mengucapkan banyak banyak takbir kepada Alloh begitu kita berada di fase gerhana. Kemudian, mendirikan Sholat Khusuf (baik berjamaah di masjid maupun perorangan) serta mengeluarkan sedekah di momentum peristiwa alam ini.
“Ini sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW kemudian diikuti para sahabat,” ujar ulama tadi.
Sholat Khusuf di masjid itu berlangsung bada Sholat Magrib dilanjutkan dengan khutbah pendek yang berakhir tepat pada masuknya waktu Sholat Isya.
Puncak gerhana bulan total di wiayah Kota Banjarmasin yang bertepatan dengan bada Sholat Magrib, ditandai dengan penyelenggaraan Sholat Khusuf atau Sholat Gerhana berjamaah di sejumlah masjid Selasa 8 November 2022 malam.(uumsri/foto net)


















